Moeldoko: Said Iqbal Akrab Sekali Bertemu Jokowi, Tak Ada Suasana Tegang

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Jumat, 26 Apr 2019 17:00 WIB
Presiden KSPI Said Iqbal bertemu Presiden Jokowi di Istana Bogor. (Foto: Muchlis Jr-Biro Pers Setpres)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menerima sejumlah pimpinan organisasi serikat buruh termasuk Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Said Iqbal. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan pertemuan antara Jokowi dengan Said Iqbal berlangsung dalam suasana yang sangat akrab.

"Akrab, akrab sekali, sangat akrab, presiden lebih banyak mendengarkan. Pak Said Iqbal lebih banyak bicara dengan yang lain-lain. Ada tujuh orang semuanya (pimpinan serikat buruh) bicara dan presiden sangat mendengarkan. Nggak ada suasana yang tegang-tegang," ujar Moeldoko di Kantor Staf Presiden, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Moeldoko dimintai konfirmasi perihal pertemuan Said Iqbal dengan Jokowi.


Diketahui, Said Iqbal merupakan pendukung dari pasangan Capres-cawapres Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019. Ditanya terkait pertemuan Jokowi dan Said Iqbal yang berlangsung usai Pilpres 2019, Moeldoko mengatakan ada suasana baru.

"Yang jelas ada suasana baru," jawabnya.

Moeldoko lalu mengungkapkan, pertemuan antara Jokowi dengan para pimpinan organisasi serikat buruh termasuk Said Iqbal lebih membahas terkait revisi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2015 nomor 13 tentang Pengupahan. Dia pun menegaskan jika pemerintah ingin merangkul semua.


"Presiden sangat mendengar soal PP 78. UU no 13. Itu perlu ada peninjauan kembali atau revisi tentang PP78. Tadi presiden sangat memperhatikan itu, intinya bagaimana buruh tak ada yang dirugikan, tapi di sisi lain ada juga kepastian bagi pengusaha agar tak dirugikan," katanya.

Terkait revisi PP 78 tahun 2015 tersebut, Moeldoko mengatakan pemerintah mencari keseimbangan yang dinamis antara pekerja dengan para pengusaha. Pemerintah pun tengah mencari formula yang tepat.

"Substansinya presiden memerintahkan Menaker untuk segera memikirkan hal ini. Dipikirkan dengan berbagai pihak, dari sisi pemerintah, sisi buruh dan sisi pengusaha bagimana," ungkapnya.

Selain membahas revsi PP 78 tahun 2015, pertemuan Jokowi dengan para pimpinan serikat buruh juga membahas terkait persiapan peringatan hari buruh yang akan berlangsung 1 Mei mendatang.

"May day mas Iqbal akan buat gerakan di Jakarta, silahkan sepanjang itu baik-baik saja. Nanti yang lain membuat kegiatan di Bandung, oke silahkan," ucap Moeldoko.


Simak Juga "Jokowi Terima Presiden Serikat Buruh di Bogor, Sepakat May Day Damai":

[Gambas:Video 20detik]

(nvl/dkp)