Tim Ekonomi SBY Tidak Sakti Lagi
Sabtu, 01 Okt 2005 07:01 WIB
Jakarta - Kenaikan harga BBM yang bersamaan dengan hari Kesaktian Pancasila, menandakan tim ekonomi SBY sudah tidak sakti lagi. Tepat dini hari tadi, Sabtu (1/10/2005), pemerintah secara resmi menaikkan harga BBM.Hal tersebut diungkapkan Sekjen PDIP Pramono Anung saat dihubungi detikcom pagi ini."Masyarakat hampir satu tahun pemerintahan SBY hanya diteror dengan rencana-rencana kenaikan saja. Menteri yang satu menaikkan tarif angkutan, menteri yang lain menaikkan tarif barang dan jasa. Ini tidak bisa dibayangkan lagi," kata Pramono.Menurut Pramono, kebijakan pemerintah yang menaikkan harga BBMtelah membuktikan pemerintah tidak memperhatikan lagi kemampuan daya beli masyarakat. "Ini kenaikan yang dasyat, khususnya harga minyak tanah yang hingga 100%," ujarnya.Pramono menambahkan, yang perlu diperhatikan dalam kenaikan harga BBM ini adalah efek dominonya. Karena akan mengundang kenaikaan harga dari sektor-sektor lainnya. "Ini akan menambah kemiskinan rakyat kita," ujarnya lirih.Dengan kenaikan harga BBM ini pemerintah merencanakan akan memberikan subsidi langsung Rp 100 ribu per keluarga per bulan. Dan menurut Pemerintah dari dana Rp 100 ribu itu, masyarakat akan mendapatkan surplus sebesar Rp 50 ribu, Pramono menyatakan keprihatinannya."Kok, seburuk itu sih kebijakan dan alasan pemerintah," ujar Pramono lirih.
(ary/)











































