Tak Dapat Kartu Miskin, Warga Semarang Demo Lurah

Tak Dapat Kartu Miskin, Warga Semarang Demo Lurah

- detikNews
Jumat, 30 Sep 2005 23:09 WIB
Jakarta - Puluhan warga RT 7 dan 8 RW V Kelurahan Purwosari, Kecamatan Semarang Utara, berunjuk rasa ke kantor kelurahan setempat, Jum'at (30/9/2005) malam. Mereka protes karena sebagai keluarga miskin tak mendapatkan kartu PKPS (Program Kompensasi Pengurangan Subsidi) BBM.Awalnya mereka hanya mendatangi rumah Ketua RT 8 Nurhadi. Tapi karena tidak puas dengan penjelasan Nurhadi, warga akhirnya berbondong-bondong mendatangi kantor kelurahan yang terletak sekitar 500 meter dari rumah Nurhadi.Sepanjang jalan mereka berteriak-teriak mengajak warga lain untuk ikut serta. Massa pun kian banyak. Setiba di Kantor Kelurahan, mereka ditemui langsung olehLurah Bambang Widjanarko yang sejak awal sudah stand by.Di hadapan lurah, warga meluapkan kekesalannya. Mereka menyatakan ada kesalahan dalam pencatatan dan pembagian kartu miskin. "Masak yang sudah kaya dapat kartu miskin, sedangkan kami tidak," kata salah satu warga Mbah Sakinah (65).Warga lain, Sukasmi (80) menjelaskan, banyak orang yang didata sebagai warga miskin, ternyata terhitung mampu. Dia mengungkapkan ada tiga orang di RT-nya yang punya usaha salon, pedagang ayam, dan memiliki kendaraan, diberi kartu miskin.Menanggapi hal tersebut, Bambang menyatakan, pihak kelurahan mengajukan 719 warga sebagai penerima kartu miskin. Tapi hanya 463 orang saja yang disetujui."Kita tidak tahu apa alasan pemerintah mengurangi jumlah tersebut," ujarnya pendek.Untuk memastikan keluhan warga, akhirnya Bambang memanggil Ketua RT 7 dan 8 saat itu juga. Kedua Ketua RT itu pun seperti diadili. Mereka dicecar dengandengan pertanyaan dan protes warga.Akhirnya diperoleh kesepakatan, RT mendata ulang warga miskin yang tidak mendapat kartu. Meski demikian, Lurah Bambang mengaku tidak bisa memutuskan apakah warga yang didata ulang tersebut akan mendapat kartu miskin atau tidak. Tapi ia berjanji akan mengusahakannya."Karena sebenarnya untuk jatah dana kompensasi Rp 100 ribu per KK baru dapat dicairkan pada Hari Minggu, 2 Oktober besok. Ada kesempatan sehari untukmenyelesaiakannya," kata Bambang. Mendengar penjelasan itu, warga tampaknya bisa menerima. Sekitar pukul 21.45 WIB mereka membubarkan diri. (atq/)


Berita Terkait