RSPI Terima Lagi 3 Pasien Suspect Flu Burung
Jumat, 30 Sep 2005 20:08 WIB
Jakarta - Penderita suspect flu burung yang dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Sunter, bertambah lagi. Hari ini, Jumat (30/9/2005), hingga pukul 19.30 WIB, RSPI telah menerima 3 pasien baru yang diduga terinfeksi virus flu burung.Ketiga pasien tersebut yakni, Ida Ketut W (34 tahun) yang masuk sejak pukul 14.30 WIB, Muhamad Ruben (4 bulan 10 hari) yang masuk sejak pukul 16.30 WIB, dan Euis Hendrawati (39) yang masuk pukul 19.45 WIB. Mereka saat ini sedang dirawat di ruang Cempaka RSPI Saroso.Ida tinggal di Jl Pondok Gede No 10 RT 13/RW 1 Bekasi. Sedangkan Ruben, tinggal di Pejompongan, Bendungan Hilir RT 12/RW 7, Tanah Abang, Jakarta Pusat.Ruben yang merupakan anak pasangan Rosidah dan M Tohir, adalah pasien rujukan dari RS Bhakti Mulya, Slipi. "Ruben sejak 3 hari lalu menderita sesak napas, pilek, batuk, dan demam. Dan baru hari ini masuk ke RS Bhakti Mulya," kata Rosidah.Menurut Rosidah, Ruben diduga terjangkit virus mematikan itu karena di samping rumahnya terdapat tempat pemotongan ayam. Jumlah ayam yang dipotong per hari bisa mencapai ratusan ekor. Sedangkan Euis yang tinggal di Jl Mangga Besar RT 08/RW 15 no 37 merupakan pasien rujukan dari RS Atma Jaya. Saat masuk RSPI, Euis menderita batuk, pilek, dan sesak napas, serta suhu badannya mencapai 39 derajat Celcius.Dengan bertambahnya 3 pasien ini, kini RSPI Saroso masih merawat 21 pasien yang diduga terjangkit virus yang sudah menelan korban jiwa sebanyak 5 orang.Kunjungan Tim Peneliti JepangRSPI Saroso hari ini juga menerima kunjungan dari tim peneliti Jepang. Kedatangan mereka diharapkan dapat memberikan bantuan dalam investigasi dan penganganan kasus Avian Influenza (AI)."Tim ini datang hanya untuk melakukan penilaian dan melihat keadaan sebenarnya dari KLB AI. Di samping itu juga, mereka memantau bagaimana respons penanganan pemerintah dalam menghadapi AI," kata Direktur RSPI Saroso dr Santoso Soeroso.Menurut rencana, dalam waktu dekat, tim ini akan mengirimkan tim dokter dan perawat yang akan memberikan cara penanganan pasien AI khususnya juga memberikan bantuan pengobatan, peralatan laboratorium dan alat diagnosis. Tim ini juga membawa 5.000 kapsul Tamiflu beserta peralatan yang saat ini disimpan di Pusat Penanganan Penyakit Menular.
(ary/)











































