SBY Akui Kebijakan Kenaikan Harga BBM Tak Populer

SBY Akui Kebijakan Kenaikan Harga BBM Tak Populer

- detikNews
Jumat, 30 Sep 2005 18:45 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui kebijakannya menaikkan harga BBM bukanlah kebijakan populer. Namun terpaksa ia lakukan demi menyelamatkan masa depan ekonomi nasional."Ini pilihan yang tidak mudah. Pilihan pahit. Keputusan yang tidak populer bagi seorang pengambil keputusan seperti saya," kata Presiden SBY saat meresmikan pabrik ke-3 Astra Honda Motor di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (30/9/2005).Menurutnya kenaikan harga minyak dunia merupakan pukulan bagi negara maju dan negara berkembang. Tapi Indonesia jauh lebih terpukul karena merupakan negara yang memberikan subsidi yang sangat besar untuk komoditas BBM dibandingkan negara lainnya.Ditegaskan SBY, jika tidak segera dilakukan pengurangan subsidi niscaya kondisi fiskal Indonesia sangat tidak sehat. Komposisi APBN menjadi tidak adil untuk membangun komponen bangsa lainnya."Sambil mengatasi dampak kenaikan BBM ini, kita membantu lebih banyak lagi kaum miskin yang memang harus diringankan beban hidupnya," tegasnya. (san/)


Berita Terkait