Seribuan Mahasiswa Geruduk Pertamina Yogyakarta
Jumat, 30 Sep 2005 18:19 WIB
Jakarta - Aksi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) masih marak di Yogyakarta. Sekitar 1.000 mahasiswa yang tergabung dalam 'Aliansi Masyarakat Jogjakarta Tolak Kenaikan BBM' kembali mendatangi kantor Pertamina Unit Pemasaran IV Yogyakarta. Mereka meminta Presiden SBY segera membatalkan kenaikan BBM yang akan diumumkan nanti malam.Aksi yang digelar Jumat (30/9/2005) diikuti BEM UGM, BEM UNY, BEM UPN, IMM UIN Sunan Kalijaga, IMM Universitas Islam Indonesia (UII), dan lain-lain. Aksi yang dimulai pukul 14.00 WIB itu diawali dari berbagai titik, antara lain dari Bunderan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, kampus UIN Sunan Kalijaga di Jl Laksda Adisucipto dan kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Jl HOS Cokroaminoto. Titik pusat berlangsungnya aksi dilakukan di kantor Pertamina Unit Pemasaran IV Yogyakarta di Jl Mangkubumi dan gedung DPRD DIY di Jl Malioboro Yogyakarta. Beberapa spanduk yang dibawa, 'BBM naik = SBY turun, Tolak privatisasi BUMN, hapus hutang lama tolak hutang baru, copot Tim ekonomi.' Selain itu massa juga membawa bendera masing-masing oraganisasi serta satu buah keranda bertuliskan 'matinya hati nurani.'Ketika massa datang secara bergelombang, kantor Pertamina sudah dijaga sekitar 150-an aparat Poltabes Yogyakarta. Baik aparat polisi pria maupun polwan berjaga-jaga dari dalam pintu pagar besi kantor. Massa sempat memblokir Jl. Mangkubumi sehingga mobil dan motor terpaksa lewat di jalur lambat.Immawan Hernawan dari IMM UIN Sunan Kalijaga mengatakan mahasiswa dan rakyat tetap menolak kenaikan harga BBM yang akan dibelakukan mulai 1 Oktober 2005. Mahasiswa meminta SBY membatalkan kenaikan harga BBM yang akan diumumkan nanti malam. Kenaikan harga BBM terbukti semakin menyengsarakan rakyat, karena sebelum dinaikkan harga-harga kebutuhan pokok sudah melambung tinggi. "Itu tidak cukup hanya diganti dengan uang sebesar Rp 100 ribu sebagai dana kompensasi. Tidak ada kata lain kecuali tolak dan lawan," teriak Immawan disambut 'tolak BBM dan turunkan SBY-Kalla sekarang juga.'Setelah masing-masing perwakilan organisasi berorasi di atas mobil bak terbuka yang dijadikan panggung, massa kemudian merangsek menuju pintu gerbang. Karena massa mulai mendekat dan mendobrak pintu gerbang, pagar Pertamina yang sebelumnya dijaga oleh Polwan langsung diganti polisi pria. Akibatnya terjadi aksi saling dorong berkali-kali antara massa dengan petugas. Karena massa cukup banyak, aparat Poltabes pun kemudian menambah jumlah personel yang mengamankan kantor Pertamina. Bahkan mahasiswa sempat meledek polisi dengan menyanyikan lagu yang dinyanyikan oleh Johny Iskandar dengan mengajak dorong-dorongan.Negosiasi antara petugas dengan mahasiswa gagal. Mahasiswa menghendaki semua peserta masuk ke kantor Pertamina untuk menyegel pintu. Namun aparat tidak memperkenankan. Aparat hanya memperbolehkan 10 orang perwakilan yang masuk kantor. Massa pun menolak dan tetap melanjutkan aksi duduk. Setelah melakukan aksi selama sekitar 1,5 jam sejak pukul 15.00 - 16.30 WIB, massa kemudian meneruskan aksi untuk menduduki kantor DPRD DIY di Jl Malioboro untuk menunggu pernyataan resmi SBY soal kenaikan harga BBM. Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung.
(asy/)











































