Perspektif Baru Melebarkan Sayap

Perspektif Baru Melebarkan Sayap

- detikNews
Jumat, 30 Sep 2005 15:08 WIB
Jakarta - Wimar Witoelar menjadi ikon tersendiri dalam setiap acara wawancara Perspektif. Untuk mengkomunikasikan hasil wawancara tersebut, diterbitkanlah buku "Perspektif Baru Melebarkan Sayap".Buku ini merupakan kompilasi kedua wawancara Perspektif Baru setelah buku berjudul "Mencuri Kejernihan dari Kerancuan" yang diterbitkan pada 1998. Buku Perspektif Baru Melebarkan Sayap menyajikan beberapa hasil wawancara selama 2003 hingga 2005.Wawancara Perspektif Baru dengan pemandu utama Wimar Witoelar disebarkan ke seluruh Indonesia melalui sindikasi sekitar 200 radio. Transkip hasil wawancara tersebut juga dimuat beberapa surat kabar baik nasional maupun daerah.Keragaman bentuk Perspektif ini semata-mata untuk memuaskan keinginan Orang Biasa yang pada saat Orde Baru sangat sulit menemukan media untuk bertukar pikiran, mendapatkan informasi yang jernih dari kerancuan. Menurut Wimar Witoelar, pendiri Yayasan Perspektif Baru, "Perspektif" lebih menyesuaikan diri dengan kebiasaan komunikasi waktu itu. "Perspektif" hanya membawakan pikiran orang biasa, orang yang bosan dengan kemunafikan. "Perspektif" mewakili orang yang menginginkan demokrasi tapi tidak mau demonstrasi, yang ingin kaya tapi tidak ingin korupsi. Perspektif Baru kini telah memasuki tahun ke 10. Saat ini situasi telah berubah. Wawancara kontroversial bukan barang baru lagi dan hadir dalam beragam bentuk. Namun Perspektif tetap pada ciri utamanya, yaitu wawancara spontan dan santai dengan orang-orang yang mempunyai gagasan dan pengalaman menarik. Tidak ada pilihan topik tertentu. Penekanan wawancara tidak ditekankan pada kedalaman, tapi pada penyampaian perspektif dan kejernihan berpikir. Itu semua tergambar jelas dalam buku "Melebarkan Sayap". Tiada konsistensi pemilihan topik tertentu namun lebih pada pemunculan Perspektif Jernih, Cara pemberdayaan Orang Biasa, dan Rasa yang dihayati Orang Biasa. Perspekif, Rasa (suara), dan Cara Orang Biasa adalah sumber inspirasi Perspektif Baru yang tiada habisnya. Jadi wajar saja bila Dr Norbert Escborn, kepala perwakilan Konrad Adenauer Stiftung (KAS) di Indonesia mengatakan dalam sambutan buku tersebut, "Artikel-artikel ini mendokumentasikan perkembangan Indonesia selama masa tersebut sehingga berguna sebagai referensi bagi karya ilmiah dan cermin perkembangan kemasyarakatan Indonesia." (san/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads