BK Sinyalir Ada Gerakan Pengembalian Uang Hasil Calo

BK Sinyalir Ada Gerakan Pengembalian Uang Hasil Calo

- detikNews
Jumat, 30 Sep 2005 17:33 WIB
Jakarta - Khawatir aksinya semakin terbongkar, sejumlah calo anggaran di DPR disinyalir melakukan gerakan pengembalian uang hasil praktik percaloannya."Saya dengar informasi ada gerakan untuk mengembalikan uang itu. Saya khawatir kalau ini terjadi, mereka akan berpikir akan selesai masalahnya," ungkap Ketua Badan Kehormatan DPR RI Slamet Effendy Yusuf dalam diskusi soal dugaan praktik percaloan di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (30/9/2005).Meski ada gerakan tersebut, Slamet meyakinkan BK akan terus melakukan pemeriksaan terhadap dugaan percaloan di lingkungan DPR, karena tindakan mereka sudah terkait dengan etika yang bisa dikategorikan melanggar kode etik DPR.Mengenai keterlibatan institusi lain untuk mengungkap kasus ini, Slamet mempersilakan KPK, kejaksaan dan kepolisian untuk bertindak aktif, meski sampai saat ini belum ada bukti terjadinya penyelewengan terhadap keuangan negara."Saatnya mereka harus aktif. Kalau bicara kerugian negara memang belum ketemu, tapi kalau bicara anggaran diperdagangkan, itu ada," tegasnya.Teror SMSDiakui Slamet, kasus yang kini ditangani BK telah membuatnya menuai sejumlah teror yang dilancarkan lewat SMS. Meski begitu, ia mengaku tidak gentar. "Kalau ada SMS yang meneror, saya jawab ada Allah," katanya.Sementara anggota Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sabastian mengusulkan agar kepolisian dan KPK melakukan tindakan cepat untuk mengungkapkan kasus, sehingga proses yang dilaksanakan BK tidak berhenti di tengah jalan. "Kalau perlu kepolisian menahan saksi-saksi kunci tersebut yang berasal dari luar DPR," katanya.Hal yang sama disampaikan anggota DPR dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi Darus Agap. Darus yang pertama kali membongkar kasus ini meminta agar dugaan itu dituntaskan. "Jika tidak segera dituntaskan, maka akan berpengaruh terhadap citra DPR RI," katanya. (umi/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads