Anggota TNI Tewas Diamuk Massa

Anggota TNI Tewas Diamuk Massa

- detikNews
Jumat, 30 Sep 2005 17:11 WIB
Medan - Dua orang tewas dan dua lainnya luka berat akibat diamuk massa di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Salah satu korban tewas adalah anggota TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0203 Langkat, Kodam I Bukit Barisan. Korban tewas anggota TNI adalah Sersan Mayor (Serma) Supriyono. Sedangkan korban tewas lainnya bernama Putra, warga Langkat berusia 35 tahun. Mayat keduanya saat ini berada di instalasi jenazah Rumah Sakit Kesehatan Korem (Kesrem) Pantai Timur, Jalan Hasanuddin, Kota Binjai. Sedangkan dua korban yang menderita luka adalah Hery, 19 tahun dan Ucok yang berusia 23 tahun. Mereka dirawat di Rumah Sakit (RS) Sakinah, Stabat, ibukota Kabupaten Langkat. Berdasarkan keterangan yang diperoleh detikcom di Langkat, amuk massa itu terjadi Jumat (30/9/2005) sekitar pukul 05.30 WIB di kawasan perkebunan karet di Desa Paya I, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, sekitar 80 kilometer dari Medan. Saat itu massa, puluhan orang, sedang mengamuk. Saat terjadi amuk massa, keempat korban menumpang mobil Daihatsu Rocky warna hitam BK 115 LF, milik salah seorang ketua organisasi kemasyarakatan pemuda di Langkat. Saat melintas di lokasi, tiba-tiba mobil dilempari bom molotov. Akibatnya mobil menabrak pohon karet. Massa yang menyerbu membacok Serma Supriyono hingga tewas. Di mayat Supriyono, tampak jelas luka bacokan di bagian leher dan perut. Sementara Putra tewas akibat panah beracun di bagian dada. Sementara dua korban lainnya terluka akibat bacokan massa. Keduanya selamat setelah berhasil melarikan diri. Sedangkan mobil hangus terbakar dan hingga saat ini masih berada di lokasi.Komandan Kodim 0203 Langkat Letnan Kolonel Inf YP Sembiring menyatakan keberadaan Serma Supriyono di mobil itu karena menumpang untuk mengikuti apel di kantornya. Dia baru saja menjumpai keluarga yang berada di desa itu."Kita menyerahkan sepenuhnya masalah ini untuk diusut oleh pihak kepolisian," kata Dandim Inf YP Sembiring usai melihat jenazah Serma Supriyono. Sejauh ini motif kejadian masih dalam penyelidikan Polres Langkat. Namun keterangan beberapa sumber menyebutkan, aksi penghadangan yang dilakukan massa karena disebut-sebut kesal persoalan lahan yang melibatkan ketua organisasi kemasyarakatan pemuda di Langkat. Kemungkinan pada saat melakukan penghadangan, massa menduga sang ketua berada dalam mobil tersebut. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads