DetikNews
Kamis 25 April 2019, 12:04 WIB

Pimpinan KKB di Aceh yang Tewas Buronan Penculikan, Kabur Saat izin Berobat

Agus Setyadi - detikNews
Pimpinan KKB di Aceh yang Tewas Buronan Penculikan, Kabur Saat izin Berobat Foto: Senjata dan sejumlah barang yang diamankan dari penyergapan KKB di Aceh. (Dok. Polda Aceh)
Banda Aceh - Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Aceh Timur, Aceh, Nasir Agung tewas dalam kontak senjata dengan polisi. Nasir merupakan buronan kasus penculikan yang kabur saat persidangan.

"Nasir buronan Polres Lhokseumawe terkait kasus penculikan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Aceh Kombes Agus Sarjito saat dimintai konfirmasi, Kamis (25/4/2019).


Agus mengatakan Nasir tewas ditembak setelah terjadi kontak tembak dengan polisi selama 45 menit. Dia kena tembak di dada kiri dan tewas ketika dibawa ke rumah sakit.

Nasir menyandang status buronan Polres Lhokseumawe. Dia terlibat dalam kasus penculikan suami istri (pasutri) di kawasan Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara pada akhir September 2015 lalu.

Kala itu, Nasir menjadi anggota kelompok bersenjata di bawah pimpinan Nurdin Ismail alias Din Minimi. Kelompok ini paling diburu waktu itu. Sementara Nasir dibekuk pada 27 November 2015 bersama seorang anggota KKB lainnya.

Usai diproses, berkas Nasir dilimpahkan ke pengadilan. Saat menjalani persidangan, Nasir mendapat izin berobat. Namun hingga batas waktu ditentukan berakhir, Nasir tidak pernah muncul lagi.

Polres Lhokseumawe memasukkan namanya dalam daftar buron. Tiga tahun berselang, Nasir kembali menjadi pimpinan kelompok bersenjata di Aceh Timur.

Seperti diketahui, Nasir tewas ditembak pada Rabu (24/4) malam. Kontak senjata antara polisi dan Nasir dan kelompoknya berawal dari kegiatan penyergapan. Polisi awalnya mendapat informasi keberadaan KKB di sebuah rumah warga di Dusun Seuneubok Teungoh, Desa Kruet Lintang, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur.


Polisi dari jajaran Polres Aceh Timur dan Polda Aceh kemudian bergerak ke rumah yang diketahui milik petani berinisial J (32). Ketika polisi hendak melakukan penggerebekan, anggota kelompok bersenjata berjumlah tiga orang melakukan perlawanan dengan melepas tembakan.

"Satu orang anggota KKB berinisial MAH (34) asal Aceh Timur kita tangkap di lokasi. Sedangkan satu orang berinisial S alias Apuy berhasil melarikan diri," jelas Agus.
(agse/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed