Surat Suara Dibakar di Puncak Jaya Tak Terpakai, Dokumen Pencoblosan Aman

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 24 Apr 2019 19:27 WIB
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Ketua KPU Papua Theodorus Kossay memastikan dokumen terkait pemungutan suara Pemilu serentak 2019 di Distrik Tingginambut, Puncak Jaya, aman. Sedangkan surat suara yang dibakar merupakan logistik tak terpakai.

"Kita dapat informasi dari KPU Puncak Jaya bahwa seluruh proses pemungutan dan penghitungan sesuai jadwal sudah jalan, tanggal 17-18 April. Karena di sana kan sistem noken proses sudah jalan, pengisian administrasi, C1 plano, C1 lampiran, Berita Acara semua sudah diisi. Ternyata (video viral) itu gambar yang diambil kemarin tanggal 23 April 2019," ujar Theodorus dalam keterangan lewat video yang diteruskan komisioner KPU kepada wartawan, Rabu (24/4/2019).

Kabar video viral surat suara dibakar di Puncak Jaya ini baru diketahui Theodorus saat dihubungi KPU pusat. Theodorus langsung berkoordinasi dengan KPU Puncak Jaya.





Sementara itu, Ketua Panitia Pemilihan Distrik (PPD) Distrik Tingginambut, Puncak Jaya Egi Somaninggo menegaskan, pemungutan suara sudah digelar 17 April .

"Pemilihan aman, (setelahnya) kami bergeser ke kabupaten, kami tinggalkan kotak sebagian di sana. Tapi berita acara tingkat PPD C1 plano, perekapan sudah kami amankan, berita acara kami amankan. Yang kami tinggalkan di distrik kertas-kertas yang sudah tidak dipakai lagi. Berita di medsos kami tegaskan itu tidak benar," katanya terpisah.

Sementara itu Polri kini mengejar pelaku penyebar viral video surat suara dibakar di Puncak Jaya. Polisi menilai video yang beredar membuat gaduh karena ditambahi narasi yang tak sesuai dengan fakta.

"Dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua akan melakukan investigasi terhadap akun yang menyebarkan info tersebut dan menambah lagi narasinya," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri.





Polri juga menegaskan surat suara yang dibakar di Puncak Jaya adalah sisa pencoblosan dan sudah tak diperlukan lagi. Pembakaran surat suara dilakukan agar tak disalahgunakan.

Penjelasan itu disampaikan karena viral video berdurasi kurang-lebih 5 menit 7 detik yang memperlihatkan terlihat tumpukan surat dan kota suara sedang terbakar dan diduga sebagai logistik Pemilu 2019. Ada juga suara dari orang yang merekam video tersebut, yang mengatakan aksi pembakaran dilakukan karena kecewa surat suara Pilpres 2019 dicoblos oleh bupati. (fdn/imk)