DetikNews
Rabu 24 April 2019, 19:20 WIB

Jokowi-Zulkifli Berbincang di Istana, Hasto: Bahas Bangsa dan Negara

Ray Jordan - detikNews
Jokowi-Zulkifli Berbincang di Istana, Hasto: Bahas Bangsa dan Negara Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbincang dengan Ketua MPR yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di Istana Negara. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang ikut dalam perbincangan itu membeberkan apa saja yang dibahas.

Perbincangan tersebut berlangsung seusai pelantikan Murad Ismail dan Barnabas Orno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku di ruang ramah tamah Istana Negara, Jakarta, Rabu (24/4/2019). Hasto dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh juga ikut dalam perbincangan itu.

"Presiden Jokowi dengan Pak Surya Paloh, Pak Zul dan saya serta tokoh lainnya banyak membahas mengenai refleksi kebangsaan kita, mengingat kampanye yang sangat panjang, berlangsung 8 bulan, diwarnai hoax dan fitnah pada akhirnya kita semua berbicara bangsa dan negara, kepentingan untuk mencari pemimpin," kata Hasto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.


Hasto mengatakan, dalam perbincangan itu, Zulkifli juga banyak menceritakan pengalaman kampanyenya selama sekitar 8 bulan. Hasto menuturkan masa kampanye selama 8 bulan itu terlalu lama dan menyita tenaga.

"Inti sarinya bagaimana kita sebagai bangsa bersatu mengutamakan kepentingan umum, dan 8 bulan sudah terlalu panjang untuk berkontestasi, saatnya semua berpikir tentang rekonsiliasi untuk bangsa dan negara," katanya.

Hasto menambahkan, tak hanya Zulkifli, para tokoh tersebut juga menyampaikan pengalaman berkampanye selama 8 bulan yang dinilai terlalu lama. Dia menegaskan, suasana perbincangan itu pun tetap berlangsung hangat dan akrab.

"Masing-masing menyampaikan pengalamannya dalam kampanye kemarin, dan jelas suasananya akrab tapi semua merasa lelah dengan 8 bulan kampanye dengan kontestasi yang sering kali diwarnai ide-ide yang begitu tajam karena hoax dan fitnah," katanya.


Saat ditanya apakah juga dibahas jalan keluarnya, Hasto mengatakan mereka percaya seluruh pimpinan bangsa memiliki niat baik. Sebab, Indonesia dibangun dengan cita-cita besar.

"Pemilu sudah berjalan dengan baik, rakyat sudah memilih dengan kedaulatannya untuk menentukan siapa yang terbaik, lewat quick count yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, secara akademis Jokowi-Kiai Haji Ma'ruf Amin dipercaya rakyat, inilah yang kami dorong," jawab Hasto.
(jor/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed