DetikNews
Rabu 24 April 2019, 19:08 WIB

TKN Pamer Real Count Jokowi-Ma'ruf Menang Telak di DIY dan Bali

Rolando - detikNews
TKN Pamer Real Count Jokowi-Maruf Menang Telak di DIY dan Bali Konferensi pers TKN pamerkan Jokowi-Ma'ruf menang telak di DIY dan Bali. (Rolando/detikcom)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin memamerkan kemenangan telak capres-cawapres usungannya versi real count mereka. Untuk di DIY, TKN mengaku menang setelah suara masuk 56,76%.

"Terbukti, dengan setelah suara masuk lebih dari 50% dan hasilnya konvergen kita semakin kuat di kemenangan 69,97% itu Daerah Istimewa Yogyakarta," ujar anggota Direktorat Saksi TKN, Alfatin Nova, di Media Center Jokowi-Ma'ruf, Jl Cemara, Menteng, Jakarta Pusat.

TKN membantah klaim kemenangan BPN sebesar 52,7% di DIY. Menurut TKN, BPN hanya menggunakan beberapa TPS untuk mengklaim kemenangan tersebut.

"Dibandingkan dengan data yang dirilis oleh 02 merilis kemenangan mereka 62% di nasional itu untuk Daerah Istimewa Yogyakarta mereka menang 52,7%. Nah, itu datanya hanya menggunakan 19 TPS dari 11.700 TPS jadi dari sana kita bisa melihat sampel yang mereka gunakan itu tidak bisa mewakili realitas sebenarnya," ucap Nova.

Sementara untuk di Bali, TKN memamerkan kemenangan telak seraya membandingkan versi hasil real count mereka dengan lembaga survei dan KPU. Menurut TKN, klaim kemenangan BPN di Bali hanya menggunakan 7 TPS.

"Selanjutnya kita ke Bali, Bali kita suara yang masuk 18,57%, tapi hasilnya sejalan dengan real count-nya KPU dan quick count-nya SMRC, dan Poltracking, kita menang di atas 90% menang telak di Bali," kata Nova.

"Sementara hasil rilisnya 02, yang mereka klaim menang 69%, dari mana angka itu? Nah, ternyata angka itu hanya dari 7 TPS saja. Dari 12.834 TPS," sambungnya.


Di lokasi yang sama, Direktur Advokasi dan Hukum TKN Ade Irfan Pulungan mengatakan jika BPN mengklaim kemenangan, kenapa harus khawatir dengan adanya kecurangan.

"Logikanya adalah kalau mereka mengklaim kemenangan 62% kenapa meminta pemilu di ulang, kalau mereka katakan ada kecurangan, kenapa mereka khawatir, kalau mengatakan ada kemenangan kenapa khawatir dengan adanya kecurangan," kata Ade.

TKN pun justru berencana merilis kecurangan-kecurangan BPN. Menurut TKN, kecurangan cukup masif.

"Kami insyaallah direktorat hukum akan merilis adanya kecurangan 02. Karena selama ini mereka begitu masif mengatakan ke publik kecurangan terjadi dan korbannya 02. Kami akan buktikan kecurangan-kecurangan itu justru dilakukan oleh pihak 02," tutur Ade.


Direktur Konten TKN, Fiki Satari, menyebutkan beberapa kecurangan yang dilakukan oleh pihak 02. Salah satunya dugaan surat suara yang telah tercoblos di Bantul.

"Kemudian juga ada temuan Bawaslu terhadap sepuluh surat suara di Bantul yang tercoblos untuk paslon 02 ini juga statusnya masih dalam kajian dan penanganan Bawaslu dan KPU setempat," terang Fiki.

Selain dugaan surat suara tercoblos, TKN menyebutkan kecurangan money politics yang melibatkan pihak 02.

"Terdapat juga di Yogyakarta ada penangkapan pihak penghubung antara pihak 02 dan daerahnya diduga melakukan money politics. Ini juga membawa uang Rp 1,5 miliar dan juga statusnya masih diselidiki Gakkumdu dan kepolisian setempat," imbuh Fiki.
(nvl/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed