Tim Hore Capres Depresi Gegara Klaim Hasil Pilpres, BPN Imbau Fokus Kawal C1

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 24 Apr 2019 16:52 WIB
Foto: Juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade. (dok. pribadi)
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno turut prihatin dengan adanya pendukung alias tim hore salah satu paslon yang mengalami gangguan jiwa karena perang klaim hasil pilpres. BPN pun mengimbau agar masyarakat fokus untuk mengawal form C1.

"Mengenai adanya tim hore di Bali yang depresi gara-gara klaim kemenangan, saya mengimbau agar teman-teman di daerah baik 01 dan 02 lebih baik fokus saja dengan pengumpulan C 1 dan rekapitulasi yang berlangsung," ujar juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade kepada wartawan, Rabu (24/4/2019).


Sementara kepada pendukung Prabowo-Sandiaga, Andre mengimbau agar fokus juga kepada pengumpulan bukti kecurangan yang ada. Dia meminta para pendukung mengabaikan klaim-klaim kemenangan dari pihak lain.

"Khusus untuk Tim 02 saya juga mengimbau selain fokus pengumpulan C 1 dan rekapitulasi, kami juga meminta agar mengumpulkan segala bukti kecurangan yang ada yang terjadi secara masif di berbagai wilayah di Indonesia," kata Politikus Gerindra itu.

"Kemenangan akan bisa kita dapatkan kalau C 1 semua terkumpul di seluruh Indonesia. Jadi saya imbau tetap fokus dan semangat bekerja. Karena Insyaallah kemenangan di depan mata," sambung Andre.

Sebelumnya diberitakan, panasnya proses penghitungan suara Pemilu masih menyisakan perang opini dan pernyataan antarkubu paslon. Bahkan pendukung salah satu paslon di Bali didiagnosis gangguan jiwa ringan.

"Banyak kecemasan, merasa sudah menang kok musuhnya bilang menang juga, kesel istrinya dimarah-marahin, istrinya konsultasi, saya bilang ajak suaminya. Korban pemilu deh saking fanatiknya sama calon yang menang," kata dr I Gusti Rai Putra Wiraguna Sp KJ saat ditemui di Rumah Berdaya, Sesetan, Denpasar, Bali, Rabu (24/4).


Rai, yang juga salah satu founder Rumah Berdaya, menyebut dia menerima lima pasien usai Pemilu berlangsung. Para pasiennya itu rata-rata malah membahas soal perang status di Facebook terkait Pilpres saat konsultasi.

"Saya kan di RSUD itu dua orang, di praktik saya pribadi 3 orang. Itu yang baru belum lagi temen-temen yang gangguan, belum pulih gara-gara kampanye, berita di tv muncul lagi. Kalau yang begitu dari sebelum kampanye saya suruh puasa medsos, nanti milih-milih aja pak nggak usah ngikutin beritanya," tuturnya.

"Jadi konsultasi itu cuma nunjukkin statusnya 'ada orang balesnya gini dok, saya nggak terima saya ajak ketemu' itu kan gangguan. Yang dilawan juga belum tentu ada orangnya," imbuhnya. (mae/idh)