Polisi Periksa SPBU yang Tutup

Polisi Periksa SPBU yang Tutup

- detikNews
Jumat, 30 Sep 2005 15:16 WIB
Jakarta - Menjelang pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), banyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tutup. Polisi akan memeriksa SPBU yang tutup tersebut untuk memastikan ada tidaknya penimbunan BBM."Kalau tutup langsung kita periksa. Kalau memang betul habis, kita telepon Pertamina untuk diisi," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani usai salat Jumat di Masjid Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (30/9/2005).Polisi sejauh ini telah menemukan SPBU nakal yang pura-pura kehabisan stok BBM. Umumnya SPBU itu mengaku kehabisan BBM padahal menimbunnya untuk dijual lagi setelah harga BBM naik. Modusnya, SPBU tutup kemudian sekitar pukul 01.00-02.00 WIB, petugasnya menyembunyikan BBM di suatu tempat. Kapolda menduga penyelewengan itu merupakan inisiatif para manajer SPBU, bukan dari pemiliknya. Kapolda berjanji akan menindak tegas SPBU nakal yang melakukan penimbunan. Saat ini setiap SPBU dijaga oleh dua anggota polisi. Bila ada masalah di SPBU itu, misalnya ditutup sebelum waktunya, mereka akan cepat memberikan laporan ke Polda Metro Jaya. "Bila ternyata stok masih ada, SPBU tersebut langsung di-police line," kata Firman. Namun penutupan dengan cara di-police line hanya berlangsung sementara. SPBU itu boleh dibuka lagi setelah polisi menyelesaikan berita acara pemeriksaan. "Karena ini masa rawan kita police line, selidiki, panggil saksi, setelah saksi bikin berita acara, mereka boleh jalan lagi," kata Kapolda.Penyidikan terhadap SPBU nakal itu kemudian baru akan dilanjutkan setelah masa rawan terlewati yang diperkirakan pada 2 Oktober 2005. Bila penyidikan selesai, polisi akan segera menyerahkan ke pengadilan. "Ini adalah bentuk keseriusan polisi untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat yang merasa dirugikan SPBU nakal," kata Kapolda. (iy/)


Berita Terkait