Seorang Nenek Didaulat Orasi Tolak Kenaikan Harga BBM
Jumat, 30 Sep 2005 15:12 WIB
Jakarta -
Aksi mahasiswa menolak kenaikan harga BBM masih terus berlangsung. Mahasiswa dari berbagai kampus yang tergabung dalam Jaringan Kota (Jarkot) sempat mendaulat seorang nenek orasi menolak kenaikan harga BBM.Berdasarkan pantauan detikcom pada Jumat (30/9/2005), aksi di depan kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jalan Diponegoro, Jakarta, cukup menarik karena seorang nenek bernama Mulyati diminta oleh mahasiswa untuk orasi.Si nenek tidak keberatan berorasi. Dengan semangat juang 45, si nenek menyambar toa dari mahasiswa. "Saya juga tolak kenaikan harga BBM, cuma bikin rakyat tambah sengsara," seru si nenek disambut tepuk tangan demonstran.Aksi di depan kampus UKI ini juga menimbulkan kemacetan karena diwarnai aksi pemblokiran jalan oleh para mahasiswa yang menaruh potongan kayu, beton, dan juga dua meja yang diambil dari dalam kampus UKI.Aksi mahasiswa makin bertambah ramai karena massa yang semula melakukan pemblokiran jalan di depan bioskop Megaria sudah bergabung. Mereka terus melakukan yel-yel dan menggelar spanduk.Kemacetan akibat aksi mahasiswa ini menimbulkan kemarahan para pengguna jalan. Seorang ibu yang menggunakan mobil Hyundai Atoz warna merah sempat memarahi mahasiswa. "Dasar mahasiswa malah bikin macet aja. Kalau macet gini, kan malah makin boros BBM-nya," teriak sang ibu.Selain itu pihak rektorat UKI juga turun tangan meminta mahasiswa tidak melakukan pemblokiran jalan karena akan menimbulkan kemacetan lalu lintas. Pihak rektorat meminta mahasiswa mengembalikan meja yang diambil dari dalam kampus. Tapi mahasiswa tetap saja bergeming. Macet lagi, macet lagi. Gara-gara si Komo lewat!
(san/)










































