Antrean BBM Perlu Dicurigai

Antrean BBM Perlu Dicurigai

- detikNews
Jumat, 30 Sep 2005 14:43 WIB
Jakarta - Antrean BBM yang panjang menjelang kenaikan harga BBM patut dicurigai. Motif para pengantre BBM perlu diketahui apakah betul-betul karena panic buying atau ada motivasi lain.Kecurigaan itu disampaikan oleh Komisaris Utama Pertamina Martiono Hadianto saat dicegat usai salat Jumat di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Jumat (30/9/2005)."Ada sejumlah oknum, bahkan banyak oknum yang mengambil kesempatan. Ini terbukti dari adanya penimbunan-penimbunan yang ditemukan polisi," tegas Martiono.Mantan Dirut Pertamina ini menjelaskan, terjadinya panic buying kali ini disebabkan karena metode pengumuman BBM berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebelumnya, pengumuman kenaikan harga BBM dilakukan secara tiba-tiba dan malam hari sehingga antrean tidak parah.Namun menurut Martiono, saat ini pemerintah mencoba transparan dengan membicarakan semua hal secara terbuka. Hal tersebut memberikan konsekuensi munculnya antrean.Martiono juga mempertanyakan sikap masyarakat yang rela berjam-jam untuk mendapatkan BBM. "Misalnya sepeda motor, paling berapa sih isinya. Paling banter 10 liter. Masyarakat kita ini kan seperti anak kecil jadinya. Ketika satu mengejar layangan putus, yang lainnya ikut ngejar, itulah yang terjadi," cetus Martiono.Di tempat terpisah, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro mengaku cukup heran dengan antrean BBM meski Pertamina sudah menggerojok pasokan hingga 20 hari. "Kita juga merasa aneh kenapa premium habis, padahal kita menggerojok terus. Kan logikanya kalau terus kita gerojok, tapi habis, berarti ngisinya ya banyak," ujar Purnomo di Gedung Depkeu. Purnomo mengakui adanya penimbunan BBM menjelang kenaikan 1 Oktober. "Bisa saja itu terjadi. Tapi harus di-crosscheck ke aparat," ujarnya. Purnomo sendiri menilai antrean menjelang kenaikan harga BBM sebagai satu hal yang wajar. "Biasanya kalau mendekati kenaikan harga BBM, masyarakat selalu mengisi lebih. Dan kami sudah keliling di Kota Jakarta dan memang itu yang terjadi," ujar Purnomo. "Dan yang sangat mengagetkan, yang antre itu mobil-mobil yang bagus atau mobil yang baik. Kami imbau masyarakat tidak usah panik karena stok kita cukup," imbau Purnomo. (qom/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads