Kayla Negatif Flu Burung
Jumat, 30 Sep 2005 13:46 WIB
Bandung - Kayla Vasletta, bocah 1,5 tahun, dipastikan tidak terkena flu burung. Kayla yang sebelumnya diduga terkena flu burung, kini sudah diperbolehkan pulang dari RS Hasan Sadikin (RSHS), Bandung. Kayla dirawat di RS ini sejak 24 september 2005 lalu. Setelah dilakukan serangkaian tes, akhirnya diketahui bahwa hasil pemeriksaan darah Kayla menunjukkan negatif virus H5N1. "Siang ini sudah boleh pulang," kata Direktur Utama RSHS Cissy Kartasasmita di RSHS, Jalan Pasteur, Bandung, Jumat (30/9/2005).Sejak 24 September, Kayla dirawat di ruang khusus suspect flu burung, ruang Flamboyan. Setelah dinyatakan negatif flu burung, kini kondisi Kayla makin membaik. "Dia terkena asma. Panas sudah tidak ada. Suhu tubuhnya tidak naik. Leukosit meningkat," ungkap Cissy. Menurut dia, saat pasien dilarikan ke RSHS, orang tua Kayla Vasletta panik. Sebab, Kayla sempat melakukan kontak dengan unggas dan unggas milik tetangganya itu kemudian tiba-tiba mati. Tidak berapa lama kemudian, Kayla Vasletta panas. Akhirnya, Kayla dibawa ke Rumah Sakit Santo Yusuf. Dokter di RS Santo Yusuf menduga Kayla terkena flu burung dan merujuknya ke RSHS.Di ruang khusus perawatan suspect RSHS, selain Kayla juga terdapat pasien lain bernama Fatimah Nurwulan (1 tahun 8 bulan). Fatimah diduga terkena virus H5N1. Saat ini, suhu tubuh Fatimah naik hingga 37,8 derajat celcius. Sebelum sakit, Fatimah sempat melakukan kontak dengan unggas. Tak lama kemudian, 7 unggas milik tetangganya itu mati mendadak. Saat ini, Fatimah masih berada di ruang isolasi Flamboyan RSHS Bandung. Hasil pemeriksaan terhadap darah Fatimah belum diketahui. "Kita masih menunggu hasil observasi. Kalau terkena flu burung leukositnya rendah, bisa di bawah 10 ribu. Kemungkinan pasien yang dibawa ke sini terkena infeksi bakteri saja. Secara teknis mungkin ISPA atau masalah pernafasan akut saja," ungkapnya. Ia mengharapkan pihak RS lain untuk mengecek secara cermat pasien yang diduga terkena virus flu burung sebelum merujuk ke RSHS. Sebab, saat ini tak sedikit terjadi kepanikan dari RS atau poliklinik yang memutuskan pasien terkena panas tinggi dan sesak nafas, dan langsung diduga terkena virus flu burung."Kasihan sama pasiennya. Ya, mungkin ini karena kurang informasi soal flu burung di petugas kesehatan. Tapi, kita siap untuk menampung pasien yang terkena virus flu burung," ungkapnya.
(asy/)











































