DetikNews
Selasa 23 April 2019, 11:30 WIB

Farhat Abbas Klarifikasi Laporan soal Hoax Ratna Sarumpaet di Polda

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Farhat Abbas Klarifikasi Laporan soal Hoax Ratna Sarumpaet di Polda Foto: Farhat Abbas. (Kanavino/detikcom).
Jakarta - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Poda Metro Jaya memanggil Farhat Abbas terkait kasus hoax Ratna Sarumpaet. Farhat diperiksa sebagai saksi pelapor.

"Iya hadir, hadir dengan saksi-saksi lainnya lagi yang dipanggil itu ada 4 (orang) ya," kata Farhat saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (23/4/2019).

Farhat mengatakan akan hadir sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, pantauan detikcom pukul 11.00 WIB, Farhat belum terlihat hadir di Polda Metro Jaya.

Dalam surat undangan klarifikasi bernomor B/6459/IV/RES.1.24/2019/Ditreskrimum, Farhat Abbas diminta hadir atas laporan bernomor LP/1237/X/2018/Bareskrim tangga/ 3 Oktober 2018 tentang perkara tindak pidana ujaran kebencian (hate speech) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU RI No 19 Tahun 2016 atau tindak pidana penyebaran berita bohong sebagaimana dimaksud dalam pasal 14 ayat (1) dan (2) Pasal 15 UU RI No1 Tahun 1945 tentarng Peraturan Hukum Pidana, yang terjadi pada Selasa 2 Oktober 2018 sekitar pukul 20.40 WIB di Jl Kertanegara No 4 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang dilaporkan oleh Farhat Abbas dan diduga dilakukan oleh terlapor Prabowo Subianto.

Farhat mengatakan, pemeriksaan tersebut merupakan rangkaian atas pelaporan dirinya terhadap Ratna Sarumpaet dan 16 orang lainnya. Dia menyebut ada peran Prabowo dalam kasus itu.

"Iya, karena kan sudah terbukti itu bohong, sistematis dan rekayasa. Nah ini lanjutannya kasusnya karena ada peran Prabowo di situ," ungkap Farhat.



Selain itu, Farhat menyebut ia datang bersama 3 orang saksi lainnya. Ketiga saksi itu bernama Ade Adriansyah Utama, Lendy dan Farid Mardani Akbar. Farhat juga membawa bukti berupa print out pidato maupun tulisan terkait penyebaran hoax itu.

"(Barang bukti yang dibawa) print-print dan copy-an, pidato-pidato yang nyebarkan hoax itu dan komentar-komentar yang menyatakan itu pasti ini pemerintah dan semuanya," kata Farhat.

Sebelumnya diketahui, Farhat melaporkan 17 orang, termasuk pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, ke Bareskrim Polri tahun lalu. Farhat menilai Prabowo-Sandi dan sejumlah politikus ikut menyebarkan kabar hoax terkait penganiayaan Ratna.

Farhat menganggap berita bohong mengenai penganiayaan Ratna yang disebarkan telah merugikan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Berikut ini 17 tokoh yang dilaporkan Farhat:

1. Prabowo Subianto
2. Sandiaga Uno
3. Ratna Sarumpaet
4. Fadli Zon
5. Rachel Maryam
6. Rizal Ramli
7. Nanik S Deyang
8. Ferdinand Hutahaean
9. Arief Poyuono
10. Natalius Pigai
11. Fahira Idris
12. Habiburokhman
13. Hanum Rais
14. Said Didu
15. Eggi Sudjana
16. Captain Firdaus
17. Dahnil Anzar Simanjuntak

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dimintai konfirmasi mengaku belum mengetahui agenda pemeriksaan terhadap farhat Abbas itu.

"Nanti saya cek dulu," kata Kombes Argo.




Tonton juga: Farhat Abbas Ingin Prabowo Dihukum Seperti Ratna Sarumpaet

[Gambas:Video 20detik]


(sam/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed