ADVERTISEMENT

Jokowi Minta Panglima TNI dan Kapolri Jaga Stabilitas Pasca-Pemilu

Ray Jordan - detikNews
Selasa, 23 Apr 2019 10:49 WIB
Presiden Jokowi (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Bogor - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai 'riak-riak' kecil seusai Pemilu 2019 adalah hal yang wajar. Namun dia meminta seluruh jajaran Kabinet Kerja beserta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian tetap bisa menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban.

Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka Rapat Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/4/2019). Rapat yang dihadiri para menteri Kabinet Kerja dan kepala lembaga negara itu membahas persoalan Ketersediaan Anggaran dan Pagu Indikatif Tahun 2020.

"Pada para menteri, kepala lembaga, Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala BIN saya minta agar stabilitas keamanan dan ketertiban terus dijaga agar kondisi yang ada betul-betul kondusif," kata Jokowi.


Jokowi melihat ada riak kecil yang bisa berdampak pada terganggunya ketertiban umum. Untuk itu, dia meminta hal tersebut jangan sampai membesar.

"Meski saya lihat juga, saya kira biasa dalam pesta demokrasi ada riak-riak kecil, tapi jangan sampai ganggu keamanan dan ketertiban, mengganggu rasa aman masyarakat," katanya.


Sementara itu, Jokowi juga membahas persiapan menyambut bulan Ramadan. Jokowi meminta agar stabilitas harga dan ketersediaan barang bisa terjaga dengan baik.

"Ini kita dua minggu lagi kurang-lebih sudah masuk ke bulan suci Ramadan, meskipun ini sudah secara rutin kita lakukan tiap tahun. Saya mengingatkan agar yang berkaitan dengan stabilitas, ketersediaan, harga-harga bahan pokok betul-betul dikontrol agar tidak terjadi lonjakan-lonjakan harga, sehingga umat Islam bisa menjalankan ibadah puasanya dan menyongsong Lebaran dengan tenang," kata Jokowi.



Simak Juga 'Jokowi Ajak Rakyat Kembali Kerja, Tunggu Penghitungan KPU':

[Gambas:Video 20detik]

(jor/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT