Gelar Pasar Murah, Pemerintah Seperti Main Sinetron

Gelar Pasar Murah, Pemerintah Seperti Main Sinetron

- detikNews
Jumat, 30 Sep 2005 11:28 WIB
Jakarta - Lagi-lagi pemerintah melakukan akting laiknya sinetron untuk menghibur masyarakat miskin setelah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Akting layaknya sinetron itu dipertontonkan pemerintah salah satunya dengan menggelar pasar murah untuk mengatasi lonjakan harga.Demikian pendapat pengamat ekonomi Iman Sugema menanggapi rencana pemerintah menggelar pasar murah selama tiga bulan berturut-turut setelah menaikkan harga BBM, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (30/9/2005)."Saya sedih pemerintah seperti ini. Selalu mengambil kebijakan dengan pola saudagar dan memberikan hiburan ala sinetron. Menggelar pasar murah itu kan cuma pengin memperlihatkan kita nolong tuh, padahal tak ada subtansinya," kata Iman.Lonjakan harga akibat kenaikan harga BBM tidak akan terhindarkan. Para produsen mau tak mau harus menaikkan harga barangnya karena ongkos produksi naik akibat kenaikan biaya transportasi. Yang terpenting bagi masyarakat setelah kenaikan harga BBM adalah ketersedian barang kebutuhan pokok secara murah di setiap tempat. Pengadaan pasar murah yang hanya digelar di tempat tertentu tidak akan efektif mengatasi lonjakan harga. Apalagi pasar murah itu hanya digelar selama tiga bulan. "Emangnya kita hidup hanya untuk tiga bulan? Kenaikan harga BBM itu kan permanen. Ketersediaan bahan kebutuhan pokok secara murah dibutuhkan setiap saat. Kalau hanya menggelar pasar murah, bazar tidak ada artinya," tandas Iman. Pemerintah harusnya berpikir secara strategis sebelum menaikkan harga BBM. Pemerintah harus menyiapkan infrastruktur yang bagus terlebih dulu sehingga kenaikkan harga BBBM tidak akan menaikkan ongkos produksi."Pemerintah harus mengatasi dulu problem transportasi. Bagaimana caranya agar kemacetan relatif rendah. Dengan sarana transportasi yang bagus, biaya produksi akan terpangkas," jelas pengamat dari INDEF itu.Bagi Iman, sebenarnya kenaikan BBM tidak perlu dilakukan dengan alasan anggaran negara defisit. Menurutnya anggaran negara akan aman-aman saja tanpa kenaikan harga BBM. (iy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads