"Sebelumnya, PBNU dan 10 organisasi Islam, kalau tidak salah kemarin, yang isinya kita organisasi Islam tidak ada kaitannya dengan Pilpres. Kedua, umat Islam berharap untuk menunggu penghitungan hasil KPU," ucap juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Irfan Yusuf Hasyim, saat dihubungi detikcom, Senin (22/4/2019) malam.
Gus Irfan, sapaannya, menyebut ada inkonsistensi antara deklarasi LPOI dengan sikap PBNU yang memberi amanat ke Jokowi-Ma'ruf. Dia mengungkit pernyataan Ketua LPOI yang juga Ketum PBNU, Said Aqil Siroj, yang meminta masyarakat menunggu penghitungan resmi KPU.
Sebagai informasi, LPOI memberikan respons atas Pemilu 2019 di Kantor PBNU pada Jumat (19/4) lalu. Salah satu isinya, meminta umat untuk menunggu hasil penghitungan yang dilakukan KPU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu yang saya maksud. Kalau keluarkan amanat, tidak usah keluarkan statement kemarin. Kalau statement kemarin, ya jangan bikin yang hari ini, begitu," ucap Irfan.
Foto: Irfan Yusuf Hasyim (Adhar Muttaqin/detikcom). |
Seperti diketahui, PBNU sudah menyampaikan lima amanat bagi pasangan capres dan cawapres Jokowi-Ma'ruf. Amanat itu dikeluarkan oleh PBNU pada Senin (22/4). Tertanda dalam amanat itu adalah Penanggungjawab Rais Aam PBNU Mitachul Akhyar, Katib Aam Yahya C Staquf, Ketua Umum Said Aqil Siradj, dan Sekretaris Jenderal Hemly Faishal Zainy.
"Nahdlatul Ulama memandang diperlukan langkah strategis guna mengimplementasikan cita-cita membangun bangsa yang maju, bermartabat, serta berperadaban mulia," tulis PBNU dalam amanatnya, Senin (22/4).
Salah satu amanat yang disampaikan PBNU mengenai pendidikan karakter. PBNU berharap pasangan Jokowi-Ma'ruf dapat memberikan perhatian yang lebih terhadap pendidikan pesantren.
"Pertama, dalam bidang pandidikan mengutamakan pembangunan manusia yang menitikberatkan pada Pendidikan Karakter. Langkah ini bisa ditempuh dengan salah satunya memberi perhatian lebih kepada Pendidikan Pesantren," ujarnya.
Simak Juga 'Pemilu Usai, PBNU Akan Bertemu Muhammadiyah':
(aik/jbr)











































Foto: Irfan Yusuf Hasyim (Adhar Muttaqin/detikcom).