"Tentu bersyukur karena QC-nya itu kebetulan memenangkan Pak Jokowi dan saya, tapi baru QC, menang di QC, belum di real count. Oleh karena itu, jangan panggil wapres dulu karena belum resmi ditentukan oleh KPU real count-nya," kata Ma'ruf Amin dalam acara syukuran Pemilu 2019 yang digelar di gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan dulu ya, tahan dulu, siap... siap... boleh kalau siap... siap.... 'Siap wapres' tahan dulu, mudah-mudahan real count-nya sama dengan quick count itu," ujar dia.
Ma'ruf berharap situasi tetap kondusif menjelang pengumuman hasil resmi dari KPU. Dia pun menyampaikan terima kasih karena selama ini NU terus menjalankan kewajibannya dalam menjaga Indonesia.
"Selama menunggu juga, semoga tidak ada kejadian apa-apa, aman, dan tenteram. Ini yang kita harapkan semoga negeri ini tetap aman, dan kepada NU, seluruh warga NU, saya sampaikan terima kasih, bahwa orang orang NU selalu konsisten, istiqomah," ujarnya.
Menurut Ma'ruf, peran NU dalam pesta demokrasi kali ini sangat penting. Bagi Ma'ruf, organisasi yang dipimpin oleh Said Aqil Siroj itu sudah membuktikan perannya dalam mengawal keutuhan negara.
"Kita warga NU sudah melakukan tanggung jawab kenegaraan, yaitu melaksanakan tugas-tugas kenegaraan secara konstitusional lima tahun sekali memilih presiden dan wapres dan anggota legislatif itu dipenuhi warga NU. Saya dengan bersyukur, seperti yang dikatakan Rais Aam, bahwa NU utuh seutuh-utuhnya, peran NU dalam pilpres ini luar biasa. Tinggal gimana merawat negara ini sebagai tanggung jawab negara kita, gimana mengawal negara ini supaya terus utuh dan tidak terjadi konflik dan ancaman lagi bagi kehidupan bangsa dan negara. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya utuh, tapi juga sejahtera negara ini," ujar dia.
Simak Juga 'Real Count KPU Pagi Ini: Jokowi-Amin 54,87%, Prabowo-Sandi 45,13%':
(knv/tor)











































