Peternak Ayam Masuk RS Saroso
Jumat, 30 Sep 2005 10:26 WIB
Jakarta - Penderita suspect flu burung yang dirawat di RSPI Sulianti Saroso kembali bertambah. Seorang peternak ayam bernama Sudarmadi (68), Jumat (30/9/2005) pukul 02.00 WIB dini hari dimasukkan ke ICU rumah sakit tersebut.Sudarmadi diduga menderita suspect flu burung setelah mengalami panas tinggi dan sesak nafas selama dua hari berturut-turut.Kondisi laki-laki setengah baya itu terus menurun, tidak stabil, batuk, mengalami panas tinggi, dan sesak nafas sehingga ia harus dibantu dengan alat pernafasan. "Dia kita masukkan kategori suspect avian influenza (AI). Ini untuk berjaga-jaga karena pasien punya peternakan ayam," ungkap dokter ICU RSPI Sulianti Saroso, dr Tuty H Murtono, kepada wartawan.Untuk memastikan apakah Sudarmadi terjangkit virus flu burung, siang ini rencananya petugas Litbangkes Depkes RI akan mengambil sampel darahnya. "Meski masih suspect, kita tetap beri dia tablet Tamiflu dengan dosis 2 x 1," kata Tuty.Penderitaan Sudarmaji, menurut istrinya, Hj Mukesi (60), berawal dari kejadian Rabu (28/9/2005) pagi. Saat itu usai sarapan, Sudarmadi berencana membeli tiket pesawat dengan tujuan Kalimantan. Namun tiba-tiba, ia merasa tidak sehat. "Bapak panas dan sesak nafas. Kamis-nya juga begitu," ungkap Mukesi.Melihat kondisi suaminya yang semakin memburuk, Mukesi lalu membawa Sudarmadi ke Rumah Sakit Harapan Kita. Setelah menceritakan kondisi yang menimpa suaminya, warga Kota Bambu Utara III, Tanah Abang, Petamburan itu kemudian dirujuk ke RSPI Sulianti."Dokter khawatir karena Bapak punya peternakan di Bogor. Ada sekitar 50 ekor, tapi ayam-ayamnya sehat karena selalu diberi vitamin dan antibiotik," ungkap Mukesi. Namun Mukesi tidak menjelaskan kapan kontak terakhir suaminya dengan ayam-ayam peliharaannya itu. Ia hanya mengungkapkan, Sudarmaji biasanya menengok peternakannya seminggu sekali.Meski hasil pemeriksaan RSPI Sulianti diketahui ada bercak putih di paru-paru suaminya, Mukesi berharap Sudarmaji tidak terjangkit virus flu burung. "Soalnya Bapak itu juga perokok berat dan gemar minum kopi," tuturnya.Dengan dirawatnya Sudarmaji, maka pasien suspect flu burung di RSPI Sulianti tercatat 17 orang.
(umi/)











































