Ketegangan yang terjadi itu diduga terjadi antara napi dengan sipir yang menjaga lapas yang berada di Desa Randomanyang, Kecamatan Bambalamotu tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Senin (22/4) pagi tadi.
Aparat kepolisian dikerahkan ke lapas tersebut untuk membantu sipir mengondisikan situasi di dalam lapas. Kapolda Sulbar Brigjen Baharuddin Jafar turut terjun langsung ke lokasi.
Foto: Abdy Febriady/detikcom |
"Apakah ada undang-undangnya kami selesai mengikuti pemilihan presiden, selesai penghitungan, kami langsung dikeluarkan dan dianiaya?" teriak salah seorang napi.
Brigjen Baharuddin kemudian berdialog dengan para napi. Mereka juga mengeluhkan pasokan air bersih.
"Tidak ada kaitannya dengan pilpres. Ini persoalan perilaku sebenarnya. Ada perilaku penjaga yang tidak disenangi para tahanan," ujar Baharuddin.
"Sejauh ini kondisi sudah aman dan kondusif kembali," imbuh Baharuddin usai berdialog dengan para napi. (dhn/dhn)












































Foto: Abdy Febriady/detikcom