detikNews
Senin 22 April 2019, 13:21 WIB

Sambut Penghargaan HKI untuk Gianyar, Mufidah Belanja Perhiasan Perak

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Sambut Penghargaan HKI untuk Gianyar, Mufidah Belanja Perhiasan Perak Mufidah Kalla (Foto: dok Setwapres)
Gianyar - Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Mufidah Jusuf Kalla menghadiri penyerahan sertifikat World Craft City untuk Kabupaten Gianyar. Dalam acara yang sama juga diserahkan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual Indikasi Geografis (HKI IG) kepada kerajinan perak Celuk, Gianyar.

Acara penyerahan sertifikat diselenggarakan di Bali Theatre, Bali Safari and Marine Park, Gianyar, Bali, Senin (22/4/2019). Dalam sambutannya, Mufidah mengatakan HKI Indikasi Geografis diberikan kepada produk yang telah mempunyai reputasi, kualitas tinggi, dan ciri khas yang berkaitan dengan geografis setempat.

"Perlindungan Indikasi Geografis tidak seperti perlindungan Kekayaan Intelektual yang lain, yaitu Hak Paten, Merk, dan Hak Cipta yang kepemilikannya secara personal. Sementara itu perlindungan Indikasi Geografis kepemilikannya adalah komunal," ujar Mufidah.

Sambut Penghargaan HKI untuk Gianyar, Mufidah Belanja Perhiasan PerakMufidah Kalla (Foto: dok Setwapres)



"Oleh karena itu diharapkan komunitas Celuk Design Centre selaku pemilik hak perlindungan IG ini dapat menjaga keberlangsungan kepemilikan IG dengan menjaga mutu dan karakteristik khas dari kerajinan perak Celuk Bali ini," imbuhnya.

Usai memberikan sambutan, Mufidah juga berkeliling lokasi pameran kerajinan. Ia membeli satu set perhiasan perak dari perajin Ketut Suwarsana.

"Tadi Ibu (Mufidah) beli satu set, ini perhiasan perak, harganya Rp 4,5 juta," ungkap Ketut Suwarsana.

Selain itu, Mufidah juga membeli enam kain tenun khas Gianyar yang masing-masing seharga Rp 300 ribu. Mufidah juga mendengarkan penjelasan dari para perajin dan mencoba kerajinan Topeng Putri.

Sambut Penghargaan HKI untuk Gianyar, Mufidah Belanja Perhiasan PerakI Gede Suwartana (Foto: Nur Azizah Rizki Astuti/detikcom)




Salah satu perajin wayang kulit panca datu, I Gede Suwartana, yang sempat berbincang dengan Mufidah berharap kerajinan wayang lebih diperhatikan oleh para generasi muda. Wayang panca datu sendiri merupakan wayang kulit yang dihiasi dengan logam panca datu, yaitu perak, tembaga, emas, besi, serta leburan empat logam tersebut.

"Bagaimana caranya generasi kita, generasi berikutnya, biar menyenangi wayang kembali. Apalagi saya perajin perak, saya memadukan profesi saya sebagai perajin dan dalang. Saya sebagai perajin perak, saya kasih wayang saya ini perak biar menarik," tutur Gede Suwartana.
(azr/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com