Dapat Predikat World Craft City, Gianyar Punya Tanggung Jawab Besar

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 22 Apr 2019 12:44 WIB
Foto: Mufidah Kalla menghadiri penyerahan sertifikat Kota Kerajinan Dunia (World Craft City) kepada Kabupaten Gianyar, Bali (Dok. Setwapres)
Gianyar - Kabupaten Gianyar menerima sertifikat sebagai World Craft City atau Kota Kerajinan Dunia dari World Craft Council (WCC). Presiden Presiden World Craft Council Regional Asia Pasifik, Ghada Hijjawi Qadumi mengatakan Gianyar memegang tanggung jawab besar.

"Setelah ditetapkan sebagai pusat kerajinan dunia, Kabupaten Gianyar memegang tanggung jawab besar dalam mempertahankan kerajinan di Kabupaten Gianyar dan harus melaporkannya dalam bentuk laporan dalam setiap kegiatan bagi perajin dan seniman," ujar Ghada di Bali Theatre, Bali Safari and Marine Park, Gianyar, Bali, Senin (22/4/2019).


Kabupaten Gianyar menjadi salah satu yang memperoleh penghargaan bergengsi World Craft City di dunia. World Craft City lain berasal dari 10 kota di Iran, 7 kota di China, 3 kota di India, 2 kota di Indonesia, 2 kota di Thailand, 1 kota di Nepal, 1 kota di Lebanon, 1 kota di Yordania, 1 kota di Palestina dan 1 kota di Oman.

"Pusat kerajinan dunia beberapa ditetapkan sebagai pusat kerajinan dunia seperti Gianyar dan beberapa lainnya ditetapkan sebagai kerajinan yang spesifik, misalnya batik, kayu, batu mulia, karpet, tanah liat, dan lain-lain," jelas Ghada.

"Dengan bangga dalam acara ini kami sampaikan Yogyakarta adalah kota di Indonesia sebagai pionir di wilayah Asia Pasifik pusat kerajinan dunia, setelah China, ditetapkan sebagai Kota Batik Dunia," imbuhnya.

Selanjutnya, Ghada berharap Gianyar dapat berpartisipasi dan ikut dalam Forum Kerjasama Kota Kerajinan Dunia pada bulan November 2019 nanti.

"Selamat kepada Kabupaten Gianyar sudah ditetapkan sebagai pusat kerajinan dunia. Selamat sekali lagi kepada masyarakat Indonesia," ucap Ghada.


World Craft City adalah penghargaan bergengsi dalam dunia kerajinan. Ada tujuh kriteria yang harus dimiliki World Craft City, yaitu authenticity (nilai sejarah), originality (nilai budaya), preservation (nilai lintas generasi), marketability (nilai ekonomi), ecofriendly (nilai lingkungan), internationality (nilai global), dan sustainability (nilai konsistensi).

Sertifikat World Craft City diserahkan langsung oleh Presiden World Craft Council Regional Asia Pasifik Ghada Hijjawi Qadumi kepada Mufidah, yang selanjutnya menyerahkannya kepada Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun.

Penyerahan sertifikat World Craft City juga dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Ketua Dekranasda Bali Ni Luh Putu Putri Suastini, dan Ketua Dekranas Kabupaten Gianyar Ida Ayu Ketut Surya Adnyani. (azr/gbr)