SMS (S)usah (B)ensin (Y)a (J)alan (K)aki Beredar!
Jumat, 30 Sep 2005 08:17 WIB
Jakarta - Ada-ada saja ungkapan yang dilontarkan warga yang menolak kenaikan harga BBM. Akronim SBY-JK pun jadi ide melontarkan kejengkelan atas kebijakan pemerintah itu."SBY-JK = Susah Bensin Ya Jalan Kaki". Begitulah pesan singkat (SMS) yang diterima detikcom, Jumat (30/9/2005) pagi.SMS ini ternyata sudah beredar luas. Tanggapan dari berbagai kalangan masyarakat pun beragam. "Kalau tinggal di Yogyakarta atau Pekalongan sih bisa jalan kaki. Tapi kalau kerja di Jakarta dan tinggal di Bekasi ya susah," kata peneliti senior LIPI, Ikrar Nusa Bhakti. Beda halnya dengan Inna, mahasiswa Pascasarjana IPB. Ia menilai bunyi SMS tersebut cocok dengan keadaan Indonesia saat ini. "Ya memang kondisinya kayak begitu, mau gimana lagi. Singkatan sama kondisinya sudah sesuai," ujar Inna.Ada pula yang menilai SMS itu sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pemerintahan SBY. "Pejabat mah enak gak keluar duit buat beli bensin karena dibayari rakyat. Jadinya gampang harga BBM dinaikan," keluh Meli, alumnus FISIP UI.Ungkapan serupa juga dilontarkan Astrid, warga Bandung. Menurutnya, pemerintah sudah keterlaluan dengan menaikkan harga BBM. "Wajar kalau ada SMS kayak begini soalnya pemerintah gak melihat rakyat susah," umpatnya.Seorang karyawati perusahaan swasta di bilangan Jakarta Selatan, Tina, juga berpendapat serupa. "Kasar banget ya pemerintah..," tulisnya.Sementara Swastika, mahasiswa Goldsmith University of London, menanggapi SMS itu dengan enteng. "Akronimnya lucu. Tidak nyangka, kreatif juga ya orang-orang kita," ucap dia. Namun, menurutnya harga BBM memang perlu disesuaikan. "Tapi mestinya tidak usah sampai jalan kaki kalau transportasi publiknya nyaman," timpal Tika.Apa pun pendapat masyarakat, itulah kenyataan yang akan dihadapi seluruh rakyat Indonesia. Sebentar lagi harga BBM naik yang otomatis diikuti harga barang dan jasa. Kalau BBM terus menerus langka dan harganya selangit, toh tidak ada salahnya untuk memilih jalan kaki jika memungkinkan. Setuju?
(ton/)











































