detikNews
Minggu 21 April 2019, 13:00 WIB

51 Pekerja Migran Program Amnesti Yordania Pulang ke Tanah Air

Raras Prawitaningrum - detikNews
51 Pekerja Migran Program Amnesti Yordania Pulang ke Tanah Air Foto: Dok Kemnaker
Jakarta -
51 pekerja migran Indonesia yang termasuk Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMI-B) dipulangkan dari Yordania. Pemulangan (repatriasi) ini dilakukan dengan memanfaatkan program amnesti, pengampunan atas pelanggaran atau kesalahan hukum, yang sedang diberlakukan pemerintah Yordania.
Ke-51 pekerja migran tersebut tiba di Tanah Air pada Sabtu (20/4/2019) malam. Sebagai informasi, pemulangan pekerja imigran ini merupakan tahap ketiga dengan jumlah terbesar pemulangan WNI sejak dua tahun terakhir. Pada bulan sebelumnya, proses repatriasi telah dilakukan dalam dua tahap yang seluruhnya seluruhnya berjumlah 38 orang.
"Program amnesti tahun 2019 ini dimanfaatkan pemerintah untuk mempercepat proses pemulangan para pekerja migran yang bermasalah di Yordania," ujar Kasubdit Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Kementerian Ketenagakerjaan, Yuli Adiratna, dalam keterangan tertulisnya Minggu (21/4/2019).
Yuli mengungkapkan mayoritas peserta program ini adalah pekerja migran bermasalah yang berstatus ilegal (tidak berdokumen), yang telah berdomisili di Yordania lebih dari delapan tahun.
"Di sana masih ada sekitar 1.040 orang PMI yang menunggu program amnesti. Pemerintah melakukan berbagai upaya agar proses repatriasi berjalan lancar. Ini bentuk perlindungan bagi pekerja migran," katanya.
Dari 51 PMI-B, 35 pekerja berasal dari Provinsi Jawa Barat. Mereka berasal dari Indramayu (9), Cirebon dan Karawang (5), Subang (4), Sukabumi, Purwakarta (3), Bekasi, serta Cianjur (2).
Sementara sepuluh pekerja migran dari provinsi Banten, yakni Tangerang (8) dan Serang (2). Pekerja migran lainnya masing-masing berasal dari NTB (Sumbawa dan Lombok Tengah), Jawa Tengah (Pekalongan), dan Jawa Timur (Jember dan Banyuwangi).
Dubes KBRI Amman, Andy Rachmianto, mengatakan program amnesti pemerintah Yordania ini harus dimanfaatkan sebenar-benarnya karena program ini tidak selalu ada setiap tahunnya.
"Kami menargetkan setidaknya 50 persen dari WNI yang berstatus ilegal dapat dibantu kepulangannya," ucapnya.
Kebijakan amnesti diberlakukan selama enam bulan, terhitung sejak 12 Desember 2018 dan akan berakhir pada 12 Juni 2019. Dalam rangka optimalisasi pemanfaatan program ini, KBRI Amman telah melakukan berbagai sosialisasi baik dengan pertemuan langsung, telepon, maupun melalui media sosial.
Atase Ketenagakerjaan KBRI Amman, Suseno Hadi, mengatakan hampir seluruh WNI yang memanfaatkan program amnesti ini merupakan para pahlawan penyumbang devisa, yang seluruhnya perempuan dan telah menetap di Yordania selama belasan tahun.
Maka diharapkan mereka dapat memanfaatkan program amnesti ini untuk dapat kembali ke Indonesia. Bagi mereka yang tidak memanfaatkan program ini, denda izin tinggal akan dihitung sejak masa izin tinggal resminya habis dengan perhitungan 1,5 Jordan Dinar (sekitar Rp 29.500) per hari.
Setelah diumumkannya program amnesti, jumlah pekerja migran bermasalah yang mendaftarkan diri ke KBRI terus bertambah setiap harinya. Program ini diharapkan dapat menjaring seluruh WNI yang bermasalah terhadap pelanggaran izin tinggal di Yordania.
"KBRI telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi dan beberapa institusi pemerintah terkait agar bisa membantu kepulangan mereka ke Tanah Air," kata Suseno.
Saat pekerja imigran tiba di Indonesia, suasana haru menyelimuti mereka dan keluarganya yang menjemput di bandara. "Alhamdulillah bisa pulang melalui amnesti Yordania. Jadi bisa pulang gratis dan proses kepulangannya pun sangat cepat," kata Altarmini (35) asal Bandung yang telah bekerja lima tahun di Yordania.
Sementara Tania (31) pekerja migran dari Cianjur mengaku senang bisa kembali Indonesia. "Saya senang bisa kembali ke Tanah Air dengan cepat dan tanpa biaya. Semua hak-hak kami pun sudah dilunasi. Tak ada masalah," katanya yang sudah tujuh tahun berpisah dengan keluarga.



(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com