Mulai Normal, Angkutan Wonogiri Mogok Lagi Jika BBM Naik 50%
Kamis, 29 Sep 2005 22:45 WIB
Wonogiri - Angkutan kota dan pedesaan di Wonogiri kembali beroperasi setelah ada jaminan keberadaan BBM. Namun seluruh angkutan di Wonogiri mengancam akan melakukan pemogokan total kembali jika kenaikan harga BBM yang ditetapkan Pemerintah mencapai lebih dari 50 persen. Alasannya, tidak akan mampu menutup biaya operasional. Setelah diadakan pertemuan antara Pemkab, polisi, Pertamina dan paguyuban pemilik angkutan Wonogiri, akhirnya pemilik angkutan bersedia mengoperasikan kembali angkutannya, sejak pukul 13.30 hingga sore. Para pemilik angkutan terlebih dahulu meminta jaminan ketersediaan BBM terutama jenis solar disepakati oleh Pemkab Wonogiri dan Pertamina. Namun dari pantauan detikcom Kamis (29/9/2005) siang dari tujuh SPBU yang ada di Woogiri hanya satu SPBU yaitu di Ngadirojo yang masih memiliki stok solar. Angkutan dalam kota dan pedesaan juga hanya beberapa yang beroperasi. Beberapa tempat mangkal angkutan juga terlihat lengang. Akibatnya, tidak sedikit anak-anak sekolah yang terlantar di pinggiranjalan.Bus ntar kota dalam propinsi (AKDP) memilih masuk garasi masing-masing perusahaan otobus (PO) dan sama sekali tidak ada yang beroperasi. Sedangkan bus antar kota antar propinsi (AKAP) terutama jurusan Wonogiri-Jakarta yang berangkat sejak siang hingga sore dapat dihitung dengan jari.Padahal dari 1.265 unit di Wonogiri, 800 unit merupakan armada AKAP. Sebagian besar bus AKAP berada di kandang masing-masing. Para awak bus terlihat duduk dan mengatakan tidak akan mengakut penumpang pada hari ini untuk menghindari resiko keamanan dan kelancaran yang cukup besar di perjalanan.Seorang pemilik perusahaan bus mengatakan tidak ada jaminan ketersediaan solar di jalan, terutama di Pantura. "Solar di Pantura sering kosong. Tiga bus saya saat ini mengalami kerusakan di Pantura karena membeli solar di eceran yang telah dicampur minyak. Kami tetap memilih tidak beroperasi dulu," ujarnya.Sekda Wonogiri Mulyadi mengatakan dalam pertemuan antara pemilik bus dengan Pemkab tadi mengemuka keluhan 33 pengusaha angkutan di Wonogiri tentangkelangkaan BBM selama tiga hari terkahir. Mereka juga meminta Pemerintah untuk membatalkan rencana kenaikan harga BBM. Namun jika tetap ada kenaikan diminta kurang dari 50 persen harga sekarang."Selama dua hari ini mereka akan tetap beroperasi sambil menunggu kebijakan Pemerintah. Jika kenaikan harga di atas 50 persen, mereka menyatakan tidak akan mampu beroperasi karena tidak mampu meng-cover biaya operasional lagi," ungkap Mulyadi.
(ton/)











































