Begadang Mengantre BBM

Begadang Mengantre BBM

- detikNews
Kamis, 29 Sep 2005 23:21 WIB
Jakarta - Antrean pembelian BBM di SPBU-SPBU menjelang kenaikan harga BBM 1 Oktober 2005 menjadi sejarah baru di Indonesia. Bisa jadi antre BBM pada awal pemerintahan SBY-Kalla ini paling parah. Para pembeli dan petugas SPBU terpaksa begadang. Antre BBM di Jakarta dan sekitarnya mulai terjadi dua hari lalu. Sedangkan di beberapa daerah lain sudah terjadi sejak Minggu (25/9/2005). Dan hingga malam ini, Kamis (26/9/2005) antrean BBM di Jakarta dan kota-kota sekitarnya masih terjadi.Pemantauan detikcom, salah satu SPBU yang masih diantre adalah SPBU di Jl. Raya Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan. SPBU yang terletak di kawasan elit ini masih diantre puluhan mobil dan sepeda motor. Antrean meluber hingga ke jalan raya. Hal yang sama juga terjadi di SPBU di Jl. Raya Cinere, Jakarta Selatan, sekitar 400 meter dari Mal Cinere. SPBU yang biasanya sepi pembeli itu, kini dipenuhi mobil dan motor. Antrean juga meluber hingga ke jalan raya. Pemandangan sama juga terjadi di SPBU di Jl. Raya Cirendeu, Ciputat, Tangerang. Antrean kendaraan yang meluber ke jalan membuat lalu lintas kendaraan dari arah Cirendeu menuju Pondok Cabe mengalami kemacetan luar biasa. SPBU di Cinere, Depok dekat Mapolsek Cinere juga diantre. Hingga pukul 23.00 WIB, antrean kendaraan di SPBU ini masih cukup panjang, sekitar 400 meter. Akibatnya, lalu lintas kendaraan dari arah Cinere menuju Depok tersendat. Antrean didominasi oleh angkutan kota. Pengantre tampak sabar mengantre. Bahkan, saat mengantre BBM, banyak pengantre BBM yang memadamkan mesin mobilnya. "Daripada kehabisan BBM," kata salah seorang pengendara mobil, Anton, yang mematikan mesin mobilnya. Meski antrean panjang, namun mereka tetap saja mengantre. "Terpaksa, kalau tidak dapat BBM malam ini, bisa-bisa besok tidak narik. Saya harus isi bensin, meski harus begadang," ujar Ucok, pengemudi angkot jurusan Depok-Cinere. SPBU di Jl. Cinere-Limo juga mengalami hal yang sama. Antrean kendaraan juga meluber ke jalan. Selain mobil angkot, juga banyak mobil pribadi dan sepeda motor. Hingga pukul 23.00 WIB, antrean masih tampak panjang. Diperkirakan, hingga pukul 00.00 WIB, antrean BBM di SPBU ini tetap akan terjadi. "Tadi malam udah begadang, malam ini kayaknya begadang lagi," ujar Yanto, salah seorang petugas SPBU. Padahal, SPBU ini bukan SPBU yang buka 24 jam. "Ya terpaksa dilayani, kasihan yang sudah antre," ujar dia. Sejumlah SPBU di Jl. Parung-Bogor, Kabupaten Bogor yang masih buka juga memperlihatkan hal yang sama. Diperkirakan, antrean kendaraan mencapai puncaknya pada Jumat (30/9/2005). Sejumlah SPBU di jalan raya ini sudah terlihat tutup sejak dua hari lalu. Beginilah respons masyarakat atas kenaikan harga BBM yang akan dilakukan pemerintah 1 Oktober 2005 nanti. Dalam kenaikan harga BBM sebelum-sebelumnya, antrean kendaraan tidak separah ini. Paling-paling antrean kendaraan hanya terjadi pada H-1. Tapi, kali ini sangat berbeda. Ini sejarah baru! (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads