Sekretariat PKPB Buleleng Dihancurkan, Ketua Patah Kaki
Kamis, 29 Sep 2005 17:59 WIB
Bali - Suhu politik di Kabupaten Buleleng, Bali, kembali memanas. Sekretariat DPD PKPB Buleleng dihancurkan massanya sendiri, Kamis (29/9/2005). Sang ketua, Gede Sucaya, dihajar massa hingga mengalami patah tulang kaki dan kepalanya bersimbah darah.Setelah pertikaian PDIP dan Partai Golkar 2003 yang mengakibatkan tewasnya dua orang kader Golkar, kali ini pertikaian politik terjadi di tubuh partai Mbak Tutut yaitu PKPB. Akibat perselisihan ini, tubuh PKPB pecah menjadi dua, yaitu kubu Gede Sucaya dan kubu mantan Ketua DPD PKPB Buleleng Wayan Artha.Sucaya rencananya akan dilantik sebagai ketua yang sah. Upacara peresmian pelantikan ini rencananya dilakukan hari ini. Tiba-tiba, sebelum acara peresmian dimulai, seratus orang dengan ikat kepala bertuliskan PKPB mengendarai enam mobil pick up mendatangi acara pelantikan di Jalan Anggrek, Singaraja, sekitar pukul 09.30 Wita.Bersenjatakan kayu, massa merangsek ke halaman sekretariat. Petugas Polres Buleleng tak mampu membendung amukan massa. Mereka mengobrak-abrik sekretariat, tanda sekretariat bertuliskan PKPB dicopot. Kubu Sucaya pun kabur menyelamatkan diri.Namun Sucaya bernasib apes. Ketika hendak kabur dengan menaiki pagar tembok, kakinya terpeleset dan jatuh. Ia pun ditangkap dan diseret oleh massa. "Sucaya pengkhianat partai," teriak beberapa orang.Sucaya yang juga anggota DPRD Buleleng ini pun dihajar massa. Pukulan kayu yang bertubi-tubi mengakibatkan kepalanya bocor dan mukanya bersimbah darah. Tak hanya itu, beberapa jari tangan dan bagian kaki kanannya juga patah akibat pukulan membabi buta massa. "Ampun..ampun," rintih Sucaya sambil melindungi kepalanya dengan kedua tangannya.Petugas keamanan berhasil menyelamatkan Sucaya yang masih berpakain adat, kemudian melarikannya Rumah Sakit Angkatan Darat Singaraja. Sucaya menderita luka di bagian kepala dengan ukuran 7x3x2 cm, kemudian bagian alis sepanjang 2 cm dan luka lecet di tangan kanan.Di sela-sela ibu jari kanannya juga robek sepanjang 2 cm. Sementara bagian yang patah adalah jari manis dan tulang kering kaki kanan.Saat ini, Sucaya dirujuk ke RSUP Sanglah Denpasar. Massa juga merusak mobil Feroza DK 732 JV milik Sucaya dengan menggunakan pentongan. Aksi yang berjalan singkat sekitar 15 menit ini mengakibatkan sekretariat PKPB hancur.
(nrl/)










































