Unjuk Rasa Tolak Perdagangan Satwa Liar di 12 Kota

Unjuk Rasa Tolak Perdagangan Satwa Liar di 12 Kota

- detikNews
Kamis, 29 Sep 2005 17:46 WIB
Denpasar - Menjelang kenaikan harga BBM unjuk rasa anti BBM marak terjadi di berbagai kota. Unjuk rasa di Pantai Kuta, Bali ini berbeda, sebanyak 50 orang aktivis ProFauna di Bali bersama 11 kota lainnya di Indonesia serentak menggelar unjuk rasa menentang perdagangan satwa liar, Kamis (29/9/2005).Unjuk rasa sejenis juga terjadi di Kota Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, Padang, Bengkulu, Palangkaraya, Samarinda, Kendari, Makasar, Ternate dan Manokwari.Unjuk rasa di pantai Kuta ini berlangsung unik. Mereka menggelar boneka penyu coklat di bibir pantai di depan Satgas Pantai Kuta, Jalan Pantai Kuta. Aksi ini mendapat perhatian dari wisatawan yang bersantai di pantai berpasir putih ini. Aksi ini juga diwarnai dengan pelepasan puluhan anak penyu (Tukik). Para wisatawan bersama-sama demonstran dan mayarakat berloma melepas tukik ke pantai.Koordinator ProFauna Bali I Wayan Wiradnyana mengatakan pihaknya mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono unutk menjadikan perdagangan satwa liar sebagai masalah nasional dan memerangi satwa ilegal ini. Perdaganyan satwa liar mencapai Rp 9 triliun setiap tahunnya. Semakin langka satwa maka harganya akan semakin melambung tinggi. Seperti, orangutan harga di dalam negeri mencapai Rp 5 juta, harimau sumatera Rp 20 juta.Wiradnyana mengatakan, dari catatan ProFauna, sekitar 1.000 ekor penyu setiap tahunnya dibantai untuk dibuat opsetan dan dijual di sepanjang pesisir pantai selatan Pulau Jawa. 60 Ekor penyu ditangkap nelayan tanpa sengaja dan dikonsumsi dagingnya. Modus perdagangan penyu di Bali dengan cara menjual daging yang telah dipotong bukan lagi menjualnya dalam keadaan hidup."Kita medesak agar pemerintahan ABY mengambil tindakan tegas terhadap perdanganya penyu dan bagian-bagiannya di Indonesia, khususnya di Yogyakarta dan Cilacap, Jawa Tengah," katanya. (nrl/)


Berita Terkait