Bertahan 10 Hari, Bayi Kembar Siam Denpasar Meninggal
Kamis, 29 Sep 2005 17:30 WIB
Denpasar - Bayi kembar siam putra pasangan Made Yasa Antara (22) dan Wayan Listiani (23) hanya bertahan hidup selama 10 hari. Mereka meninggal di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, pukul 14.00 wita, Kamis (29/9/2005)."Bayi kembar siam ini meninggal karena mengalami kegagalan jantung. Kondisi ini telah diramalkan sebelumnya oleh tim dokter dari Surabaya beberapa hari lalu," kata dokter jaga Sri Diniari kepada wartawan di RSUP Sanglah.Bayi kembar siam yang diberi nama sementara, yaitu Listiani satu dan Listiani dua lahir Senin (19/9/2005). Hasil analisa, kedua bayi malang ini menyatu di tulang dada dan perut bagian atas. Bayi kembar siam ini hanya memiliki satu jantung dan hatinya menyatu sementara organ tubuh yang lainnya normal.Diniari mengatakan, sebelum meninggal bayi kembar siam ini mengalami penghentian nafas beberapa kali. Pertama kali mengalami penghentian nafas pada pukul 10.30 Wita, kondisinya membaik setelah dibantu dengan alat nafas bantuan.Kondisinya kian memburuk setelah mengalami penghentian nafas pada pukul 13.40 Wita. Kedua bayi ini hanya bernafas sebanyak 20 kali per menit sementara untuk bayi normal bernafas sebanyak 100 kali per menit.Pukul 13.45 Wita kondisi bayi malang itu bertambah memburuk. Detak jantungnya menurun menjadi 10 kali per menit. Pukul 13.50 Wita, sudah tidak ada denyut nadi. Bayi kembar siam keempat di RSUP Sanglah ini dinyatakan meninggal pukul 14.00 Wita.Orangtua bayi yang berasal dari Tianyar, Kabupaten Karangasem, Listiani, mengaku pasrah dengan keadaan ini. Jenazah kedua bayi telah dibawa ke rumah duka. "Saya pasrah saja. Semua kehendak Ida Sang Hyang Widi Wasa (Tuhan). Keluarga di rumah akan menyiapkan upacara pemakaman," katanya dengan linangan air mata.
(nrl/)











































