detikNews
Kamis 18 April 2019, 19:32 WIB

KPK Dalami Dugaan Suap Proyek Air Minum dari Hasil Pemeriksaan BPK

Ahmad Bil Wahid - detikNews
KPK Dalami Dugaan Suap Proyek Air Minum dari Hasil Pemeriksaan BPK Gedung KPK (Haris Fadhil/detikcom)
Jakarta - KPK hari ini memeriksa auditor BPK Janu Hasnowo serta Direktur Teknik dan Lingkungan Minerba terkait kasus suap proyek sistem penyediaan air minum di Kementerian PUPR. KPK mendalami hasil pemeriksaan BPK terkait proyek tersebut.

"Dari unsur auditor BPK, kami dalami tadi bagaimana proses dan hasil pemeriksaan BPK yang pernah dilakukan untuk penyediaan air minum ini," kata Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2019).

Janu diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ARE (Anggiat Partunggul Nahot Simaremare). Selain Janu saksi lain yang juga diperiksa yakni Dirut PT Raja Muda Ririn Nurfaizah, Direktur PT Bilga Jaya Abadi Bilhan Gamaliel, dan Projects Management PT Exa Data Internasional Widio Prakoso.

"Kita tahu dalam kasus yang ditangani KPK saat ini kami menemukan dugaan aliran dana atau suap secara massal di Kementerian PUPR terkait dengan proyek air minum tersebut," ujar Febri.

Dalam kasus lain, KPK memanggil Direktur Teknik dan Lingkungan Minerba Kementerian ESDM, Sri Raharjo, terkait kasus dugaan suap pada mantan anggota DPR Eni Maulani Saragih. Sri Raharjo diperiksa sebagai saksi untuk SMT (Samin Tan).

Dalam pemeriksaan itu KPK meminta pendapat pihak Kementerian ESDM terkait proses hukum yang pernah berlangsung di PTUN.

"Kami mendalami lebih lanjut bagaimana proses dan bagaimana pendapat dari pihak internal Kementerian ESDM terkait dengan proses hukum di PTUN beberapa waktu yang lalu yang diajukan oleh SMT melalui PT AKT terkait dengan terminasi kontrak di sana," ucapnya.

Dari catatan KPK, Samin merupakan pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal. Dia ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga memberi suap senilai Rp 5 miliar kepada Eni Saragih.

Suap itu, menurut KPK, diduga diberikan agar Eni membantu anak perusahaan Samin, yaitu PT AKT (Asmin Koalindo Tuhup) yang sedang bermasalah. Permasalahan itu terkait perjanjian karya pengusahaan pertambangan batu bara (PKP2B) generasi 3 di Kalimantan Tengah antara PT AKT dan Kementerian ESDM.


Tonton juga video Eks Irjen Kemen-PUPR Jadi Saksi Kasus Suap Proyek Air Minum:

[Gambas:Video 20detik]


(abw/fay)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed