Kendaraan Sibuk Antre BBM, Medan Jadi Lengang
Kamis, 29 Sep 2005 16:07 WIB
Medan - Ini hikmah lain menjelang kenaikan harga BBM. Di Medan, sejumlah ruas jalan justru sunyi. Penyebabnya, karena banyak yang antre di SPBU, kendaraan mogok karena tidak ada minyak serta khawatir kehabisan minyak kendaraan jika bepergian.Pada Kamis siang (29/9/2005), jalan-jalan protokol yang selama ini padat lalu lalu lintas justru menjadi lengang. Misalnya Jalan Pandu, merupakan urat nadi lalu lintas dari sebelah timur, sejumlah kendaraan melaju dengan kecepatan sedang. Padahal biasanyakemacetan merajalela.Di ruas Jalan Sisingamangaraja, kelengangan juga terlihat. Paling hanya beberapa ratus meter saja kendaraan melaju agak lambat karena ada antrean kendaraan di tiga SPBU yang ada di jalan tersebut. Sejumlah polisi terlihat mengamankan lokasi.Kelengangan di daerah lainnya, seperti Jalan Djamin Ginting, Brigjen Katamso dan ini terutama beca bermotor tidak lagi berseliweran mencari penumpang. Banyak yang memilih untuk ngetem pada sejumlah persimpangan. Mereka umumnya menaikkan ongkos hingga Rp 2.000 dibanding hari biasa dengan alasan sulit memperoleh minyak."Saya tadi ngantre hampir dua jam di Jalan Sisingamangaraja. Daripada habis minyak sia-sia untuk kelilling-keliling, lebih baik nunggu di simpang ini. Ongkos terpaksa dinaikkan sampai dua ribu dari harga biasa, karena minyak sulit didapat," kata Zulkarnaen Bangun (36), tukang beca mesin yang mangkal di depan Mesjid Raya, Jalan Amaliun Medan.Sejauh ini antrean untuk mendapatkan BBM masih terus berlangsung. Sebanyak 50 SPBU yang berada di Medan, diserbu. Sejumlah kendaraan terpaksa didorong karena sudah kehabisan minyak saat menuju SPBU. Beberapa SPBU kini hanya menjual BBM jenis solar dan Pertamax karena kehabisan premium, sementara pasokan baru belum datang.
(nrl/)











































