"Dari animo yang hadir cukup tinggi, patokan angka 80 persen kita berkeyakinan sampai," kata Komisioner KPU Banten Mashudi kepada wartawan di Jl Syekh Nawawi Al Bantani, Serang, Kamis (18/4/2019).
Pemilu serentak pertama kali ini, menurutnya, menjadi daya tarik warga untuk mencoblos. Kampanye yang panjang, di samping pemilihan presiden, membuat warga datang ke TPS. Sosialisasi oleh KPU sampai ke pelosok dan pemilih pemula juga sering dilakukan.
Namun, lanjutnya, memang ada beberapa peristiwa yang jadi catatan KPU. Ada surat suara di beberapa TPS yang tertukar, seperti di Cilegon dan Lebak. Namun hal itu bisa ditangani dan tidak menimbulkan keributan.
Kedua, katanya, sempat ada protes dari pemilih yang tak terdaftar di DPT dan DPTb, seperti di Universitas Pelita Harapan Tangerang dan kawasan industri Serang timur. Tapi setelah diberi penjelasan oleh KPU, menurutnya, mereka paham.
"Di UPH itu rata-rata pemilih bukan ber-KTP warga Tangerang. Ini sudah diantisipasi dan ada TPS khusus. Biasanya suasana begini karena mereka ingin mencoblos, bahwa pemilih DPK tak ada di DPT dan DPTb hanya boleh (memilih) sealamat," ujarnya. (bri/idh)











































