Bawaslu Minta KPU Cek Ulang Pemilih Via Pos di Malaysia untuk PSU

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Kamis, 18 Apr 2019 13:03 WIB
Gedung Bawaslu/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Bawaslu merekomendasikan pemungutan suara ulang (PSU) via pos terkait temuan surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia. Bawaslu meminta KPU mengecek kembali data pemilih yang memberikan suara via pos.

"Seharusnya nanti KPU, seharusnya ya, KPU akan mengecek lagi pemilih pos itu ada berapa. Harus ada counting ulang terhadap pemilih pos yang 300 ribuan (orang) tersebut," kata anggota Bawaslu Rahmat Bagja di kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019).

Pengecek ulang tersebut untuk mengantisipasi adanya pemilih via pos yang sudah memberikan suaranya melalui metode Kotak Suara Keliling (KSK) atau TPS langsung. Bawaslu meminta KPU untuk berhati-hati.




"Itu harus dilakukan oleh KPU karena siapa tahu mereka sudah memilih di TPS dan juga KSK. Ini yang harus hati-hati. Jadi dugaan untuk itu yang harus teman-teman KPU lah kami serahkan tanggung jawab tersebut. Jadi tanyakan kepada KPU untuk masalah tersebut," jelas Bagja.

Sementara itu, penghitungan suara di Malaysia tengah dilakukan untuk metode KSK dan TPS langsung. Penghitungan suara metode pos masih disebut Bagja masih direncanakan.






"Pemilu di Malaysia masih penghitungan di suara TPS dan KSK. Untuk pos masih dalam perencanaan," kata dia.

Sebelumnya, Bawaslu merekomendasikan pemungutan suara ulang atau PSU khusus metode pos terkait dengan kasus penemuan surat suara untuk Pemilu 2019 yang tercoblos di Selangor, Malaysia. Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur diyakini tidak melaksanakan tugas dengan profesional terkait temuan tersebut.

"Bawaslu memerintahkan Panitia Pemilihan Luar Negeri Kuala Lumpur melalui Komisi Pemilihan Umum untuk melakukan PSU (atau) pemungutan suara ulang bagi pemilih Kuala Lumpur dengan metode pos," ucap anggota Bawaslu Rahmat Bagja dalam konferensi pers di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (16/4).

Bagja menyebutkan PSU dengan metode pos itu dilakukan untuk pemilih yang telah terdaftar yang jumlahnya 319.293. Menurutnya, jumlah surat suara yang dikirimkan melalui pos sebelumnya tidak tercatat jumlahnya.


Saksikan juga video 'Bawaslu Minta Pencoblosan Via Pos di Malaysia Diulang':

[Gambas:Video 20detik]

(azr/fdn)