Tahajud Tiap Malam, SBY Sedih Dituduh Tak Prorakyat Kecil
Kamis, 29 Sep 2005 15:31 WIB
Pasuruan -
Presiden SBY mengaku sedih dituding tidak berpihak kepada rakyat kecil dengan keputusannya menaikan harga BBM. Bahkan, ia mengaku setiap malam salat tahajud memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia."Semoga bangsa kita diberikan bimbingan, petunjuk dan kekuatan menghadapi persoalan ekonomi supaya bisa diatasi sehingga kesejahteraan masyarakat kita bisa kita tingkatkan," kata SBY saat membuka Pekan Peternak Unggulan Nasional di Taman Candra Wilwatikta, Pandaan Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (29/9/2005).Pensiunan jenderal ini menegaskan, tidak ada niat untuk menyakiti hati rakyat dengan menaikkan harga BBM. Itu semua dilakukannya karena harga minyak dunia yang semakin melambung sehingga dalam negeri perlu menyesuaikan. "Semua dunia merasakan dampak harga minyak dunia," ujar SBY."Ketika harga minyak dunia sangat tinggi tentunya juga memukul negara-negara di dunia. Dan dengan terpaksa dan berat hati pemeritah kita menyesuaikan harga seperti pula yang dilakukan negara lain," jelas SBY.SBY juga sangat mengerti dengan maraknya aksi unjuk rasa yang menolak kenaikan harga BBM. Tapi hendaknya demo tersebut dilakukan dengan cara-cara yang santun dan tidak merugikan kepentingan lainnya.Dan jika bermuculan komentar yang menuding presiden tidak memikirkan nasib rakyat, SBY sangat sedih. "Sungguh bagi orang seperti saya yang dilahirkan dari desa, orang kecil, tentunya amat sedih kalau ada penilaian seperti itu," curhat SBY.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































