DetikNews
Rabu 17 April 2019, 20:35 WIB

Temuan Bawaslu di Hari Pencoblosan: TPS Telat Buka karena Kurang Surat Suara

Rizki Pratama - detikNews
Temuan Bawaslu di Hari Pencoblosan: TPS Telat Buka karena Kurang Surat Suara Anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin. (Foto: Usman Hadi/detikcom)
Jakarta - Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin memaparkan permasalahan yang terjadi di hari pencoblosan. Bawaslu mendapat laporan paling banyak menerima aduan masalah soal keterlambatan pendaftaran pemilih.

"Pada hari-hari terakhir menjelang pemilu bahwa potensi orang bermasalah atau terhalang hak pilihnya karena urusan teknis prosedur ini memang sangat tinggi, waktu itu kita predict 174 persen dari kerawanan yang ada kemudian logistik pemilu," kata Afifuddin di Bawaslu, Jl MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019).

Afifuddin mengakui masalah teknis di lapangan sulit diantisipasi. Pertama, laporan yang diterima Bawaslu yakni banyak warga yang kebingungan ketika masuk dalam daftar pemilih khusus (DPK).

"Yang paling banyak laporan masuk ke kami adalah ketersediaan surat suara dan lain yang membuat beberapa TPS akhirnya tertunda pembukaannya, sampai ada yang diusulkan pemungutan suaranya disusul besok," ucapnya.



"Ada juga kejadian orang tidak sah menggunakan hak pilih direkomendasikan untuk melakukan pemungutan suara ulang," lanjutnya.

Afifuddin mengatakan, banyaknya TPS yang terlambat membuka pendaftaran bagi pemilih ini dikarenakan kekurangan logistik. Dia menyebut, beberapa titik yang mengalami keterlambatan seperti di Banyumas hingga Kalimantan Selantan.

"Secara teknis ada TPS yang pembukaannya di atas jam 07.00 WIB ini, karena logistik kurang maka beberapa ditunda atau tidak dibuka jam 07.00 WIB. Misalnya contoh hasil pengawasan di Banyumas, TPS 5 Desa Tumiyang Kecamatan Kebasen. Kalimantan Selatan di Banjarmasin TPS 19 Kelurahan Pamempang, Kecamatan Banjarmasin, Sumut di Medan TPS 74 Kelurahan Harjosahari, di Aceh Sabang TPS 5 Kuta Timur, kemudian Kalimantan Timur Kutai Kertanegara TPS 36 dan lain-lain banyak kejadian seperti ini," tuturnya.


[Gambas:Video 20detik]


Selain soal telatnya TPS yang dibuka, Bawaslu juga menerima laporan banyak warga yang belum mendapatkan surat pemberitahuan C6. Hal teknis demikian disebut yang membuat pencoblosan bermasalah.

"Misal saya harus dampingin orang yang dia belum punya undangan tapi dia masuk DPT, di TPS yang kami datangi tadi yang bersangkutan disuruh nunggu pukul 12.00 WIB, padahal harusnya dia bisa langsung gunakan asal menunjukkan identitas," jelas Afifuddin.

"Situasi di TPS ini murni terjadi umumnya ketersediaan surat suara dan logistik lain yang membuat TPS itu kemudian tertunda pembukaannya. Dan muaranya soal validitas daftar pemilih. Sehingga semakin banyak orang belum masuk maka semakin banyak potensi kekurangan surat suara di TPS tersebut. Dan ini terkonfirmasi di beberapa titik. Data lengkap bisa kita sampaikan tapi beberapa daerah masih ada yang logistiknya belum sampai," ujarnya.



Dia melanjutkan masalah teknis ini seharusnya bisa diantisipasi oleh penyelenggara. Sebab jika ada kurangnya logistik, maka hal itu yang membuat TPS telat dibuka pendaftarannya.

"Situasi yang terjadi hari ini benar-benar menunjukkan bahwa ada hal teknis yang abai, yang kemudian tak diberi perhatian oleh teman-teman penyelenggara, misalnya soal logistik membuat situasi beberapa TPS dibuka siang dan juga direkomendasikan beberapa hal sebagaimana pemungutan suara susulan," kata dia.


Simak Juga "Hasil Penghitungan Suara di TPS Capres-Cawapres":

[Gambas:Video 20detik]


(idn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed