DetikNews
Rabu 17 April 2019, 19:12 WIB

Rakyat Korsel Ikut Pantau Perkembangan Pemilu 2019

Daniel Ngantung - detikNews
Rakyat Korsel Ikut Pantau Perkembangan Pemilu 2019 TPS unik di Semarang bertemakan pakaian daerah Jawa (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Jakarta - Pemilu 2019 di Indonesia juga mendapat sorotan dari komunitas internasional. Rakyat Korea Selatan diketahui turut memantau perkembangan proses pemilihan presiden dan anggota legislatif yang baru saja berlangsung.

"Hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan sangat terjalin dengan baik saat ini. Kami menyebutnya Special Strategic Partnership. Saya rasa itu mengapa warga di Korea Selatan ikut memantau pemilu di sini," kata Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom kepada detikcom di sela acara Quick Count Transmedia di Gedung Transmedia, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).


Ia menambahkan, sistem pemilu Indonesia yang hampir mirip dengan Korea Selatan juga menjadi daya tarik tersendiri. Rakyat yang langsung memilih presiden dan pemilu hanya digelar lima tahun sekali. Bedanya, calon presiden maju tanpa didampingi wakil.

"Indonesia dan Korea adalah contoh dari sedikit negara di Asia yang mengubah dirinya dari fase awal demokrasi menuju demokrasi yang dewasa sembari mengembangkan perekonomiannya. Jadi menurut saya, kita punya banyak kesamaan," tambah Kim.

Dubes Republik Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beomDubes Republik Korea Selatan untuk Indonesia Kim Chang-beom (Foto: Daniel Ngantung/detikcom)


Kim berharap, presiden terpilih hasil pemilu tahun ini dapat membawa masa depan yang lebih baik lagi untuk Indonesia sekaligus mempererat relasi bilateral antara Korea Selatan dan Indonesia.

Diungkapkan Kim, Korea Selatan selalu berkomitmen menjalin berbagai bentuk kolaborasi dengan pemerintah Indonesia. Salah satunya dalam rangka mewujudkan industri 4.0 sebagaimana yang sudah dicanangkan pemerintahan Jokowi.


Kim berharap setelah ada presiden terpilih, kerja sama ekonomi Indonesia-Korea Selatan meningkat. Dia berharap volume perdagangan Indonesia-Korea Selatan meningkat 11 persen dari tahun sebelumnya, menjadi USD 30 miliar atau sekitar Rp 420 triliun.

"Ini pertanda yang bagus. Semoga kami bisa mencapai target US$ 30 miliar sebelum 2022," ungkapnya.
(dng/jbr)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed