RSPI Sulianti Terima Lagi 2 Pasien Suspect Flu Burung
Kamis, 29 Sep 2005 14:37 WIB
Jakarta - Delapan pulang, dua masuk. Itulah situasi di RSPI Sulianti Saroso, Kamis (29/9/2005). Delapan pasien telah diizinkan pulang karena mereka negatif flu burung. Tapi pada hari yang sama, dua suspect flu burung dikirim ke RS yang terletak di Sunter, Jakarta Utara, itu.Dua suspect baru itu adalah Muhammad Subhi Ariq (14 bulan). Ariq mengalami sesak nafas dan demam. Bayi itu beralamat di Plumpang, Rawabadak, Jakarta Utara. Ariq masuk RSPI pada 28 September pukul 19.30 WIB. Saat ini dia dirawat di Ruang Mawar.Suspect lainnya adalah Rohaina Sari (30). Dia tiba di RSPI hari Kamis ini pukul 10.00 WIB. Rohaina tercatat sebagai warga Jalan Haji Sa'aba No 77, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat."Anak saya sejak 3 hari lalu badannya panas dan sesak nafas," kata ayah pasien, Haji Abdul Rohim (61).Rohaina lantas dibawa ke sebuah klinik di daerah Meruya. Klinik itu merujuknya ke RSPI. Rohaina saat ini dirawat di Ruang Cempaka.Abdul Rohim wajar mengkhawatirkan anaknya kena flu burung. Pasalnya, dua bulan lalu sebanyak 50 ekor ayamnya mati mendadak. Sekarang dia hanya punya seekor ayam. "Ayam yang mati ya saya bakar. Tapi kandangnya saya biarin," ungkapnya.Diperoleh informasi, seorang pasien suspect flu burung akan dikirimkan dari sebuah RS di kawasan Slipi ke RSPI. Tapi hingga pukul 14.40 WIB, pasien itu belum datang.BantuanSementara itu, Ketua Tim KLB Flu Burung dr Sardikin Giriputro dalam jumpa pers di RSPI mengharapkan bantuan AS dan Jepang dalam menangani flu burung tidak dalam bentuk uang.Menurutnya, akan lebih afdol bila bantuan itu berupa peralatan untuk ruang ICU dan laboratorium, serta barang operasional yang sekali pakai buang."Karena selama ini kita memang sangat kekurangan. Di ruang ICU sendiri ada empat bed. Tetapi yang dapat bekerja maksimal hanya dua. Satu monitor rusak dan satu ventilator juga tidak bisa dipakai," urai Sardikin.
(nrl/)











































