DetikNews
Rabu 17 April 2019, 15:48 WIB

Jokowi-Amin Menang di Kompleks Perumahan Menteri

Mercy Raya - detikNews
Jokowi-Amin Menang di Kompleks Perumahan Menteri Jokowi-Amin menang di kompleks menteri. (Mercy Raya/detikcom)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Jakarta - Penghitungan suara Pilpres 2019 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 di kompleks Widya Chandra telah rampung dilakukan. Jokowi-Amin meraup suara terbanyak, yakni 127 suara.

TPS 01 telah memulai penghitungan surat suara sejak pukul 14.00 WIB. Total ada 185 surat suara yang masuk ke kotak suara dari total 205 pemilih yang terdaftar.

Dari pantauan detikcom, proses penghitungan suara yang dihadiri para saksi, suara pertama menjadi milik paslon 01. Sampai kemudian di akhir penghitungan, pasangan Jokowi-Amin mendominasi dengan 127 suara.

Jokowi-Amin Raih Menang di Kompleks Perumahan MenteriSuasana perhitungan suara. (Mercy Raya/detikcom)

"Hasilnya tadi 127 memilih paslon 01 dan 56 milik paslon 02, sementara dua surat dinyatakan tidak sah karena dicoblos keduanya," kata Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 01, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Dennie Sastrapradja.

Dennie menjelaskan tak semua pemilik suara yang terdaftar hadir di TPS. Itu diperkirakan karena ada yang di luar negeri atau tidak mencoblos di tempat yang sesuai dengan domisilinya.

"Makanya perlu ada kajian lagi karena dari 205 pemilik suara yang terdaftar, kok jumlahnya hanya sekian. Padahal di TPS 2, 3, dan 4 kertas suaranya habis," ujar dia.

Jokowi-Amin Raih Menang di Kompleks Perumahan MenteriKotak suara di kompleks menteri. (Mercy Raya/detikcom)

Dennie mengatakan sebagian warga tidak menggunakan hak pilihnya. Tapi dia tidak tahu apakah mereka memilih di tempat lain atau tidak. Itulah yang akan dilaporkan ke kelurahan. Para pemilih di kompleks pejabat, menurut Dennie, juga ada yang belum paham tata cara memilih.

"Bisa dilihat tadi sekitar 15 orang yang tidak tahu bagaimana cara memilih. Mereka dengan mudahnya datang sebagai DPK. 'Bu saya hanya tahu memberi e-KTP'. Ternyata masalahnya bukan itu, tapi ada prosedur dan itu belum disosialisasikan. Itu yang harus kita perbaiki ke depannya," dia mengimbau.
(mcy/fay)
FOKUS BERITA: Mantap Memilih!
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed