5 TPS yang ditutup sementara yakni TPS 9, 10, 11, 12 dan TPS 13. Tampak warga masih menunggu untuk TPS dibuka kembali dan diperbolehkan mencoblos.
"Kondisinya sejauh ini aman, kami masih menunggu penyelanggara karena semua keputusan ada di KPU Banyuasin. Warga sudah diberi pengertian," terang Kapolres Banyuasin, AKBP Yudhi Pinem ditemui di Kenten Laut, Rabu (17/4/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun kelima TPS yang ditutup berada di Desa Kenten Laut, Talang Kepala. TPS ditutup penyelengara karena surat suara dan logistik tidak lengkap. Bahkan tinta pun tidak tersedia di TPS.
"Hanya di Talang Kelapa ini saja yang tutup. Untuk yang lain sejauh ini tetap kondusif dan aman," kata Kapolres.
Sementara Bupati Banyuasin, Askolani mengatakan akan mendampingi warga untuk menggunakan hak pilih. Bahkan ia sudah berkoordinasi dengan pihak KPU Banyuasin.
"Saya sudah koordinasi dengan KPU di Banyuasin, hari ini tetap pemilihan. Jadi hanya masalah keterlambatan waktu saja. Warga harus bisa menyalurkan hak pilihnya dan kita masih menunggu," kata Askolani.
"Untuk Banyuasin setahu saya baru di Talang Kelapa ini saja yang terkendala. Saya rasa wajar karena pemilihan ini baru saja dilangsungkan serentak dan dalam waktu bersamaan," katanya.
Untuk diketahui, di Desa Kenten Laut, Talang Kelapa tercatat ada 28 TPS yang digunakan untuk pemungutan suara. Namun ada 5 TPS yang ditutup karena surat suara serta logistik Pemilu 2019 belum ada di TPS.
Terlihat warga masih tetap meenunggu surat suara untuk tetap menyalurkan hak pilihnya. Bahkan warga menggunakan toa menyampaikan kepada warga sekitar untuk bersabar jelang logistik tiba.
Saksikan juga video 'Aksi Sekelompok Orang Berbaju FPI Datangi TPS di Tanjung Duren':
(ras/rvk)










































