Demo Tolak Kenaikan Harga BBM
Pengamanan Dipusatkan di 3 Titik
Kamis, 29 Sep 2005 13:55 WIB
Jakarta - Berubahnya peta pengunjuk rasa membuat Polda Metro Jaya juga mengubah peta titik-titik yang dianggap rawan. Jika semula ada 14 titik, Polda kini hanya berkonsentrasi di tiga titik.Tiga titik rawan itu adalah Istana Negara yang mencakup tiga kawasan yakni Harmoni, Pecenongan dan Istiqlal, kemudian Istana Wapres, dan Bundaran Hotel Indonesia. "Jadi sekarang pasukan yang ada di dekat tiga titik itu, seperti Semanggi dan DPR kita tarik ke HI dan Istana," ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani saat sidak ke Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (29/9/2005).Meski titik-titik yang dianggap rawan menciut, Polda Metro tidak mengurangi jumlah personel yang diturunkan untuk mengamankan demo antikenaikan harga BBM yang digelar belasan ribu massa di Istana.Polda tetap menurunkan 5.033 personelnya ditambah personel di wilayah-wilayah yang melakukan Operasi Mandiri. Misalnya, dengan menjaga SPBU-SPBU yang berada di wilayahnya."Tiap Polsek kita beri tanggung jawab untuk menjaga SPBU. Setiap SPBU dijaga dua anggota. Lalu kewilayahan juga mempersiapkan sistem pengamanan kota, sehingga jika terjadi kerusuhan sudah bisa ditangani dengan cepat," ungkap Firman.Mengenai antisipasi Polda menghadapi pendemo yang membawa bom molotov, Firman mengatakan, sejauh informasi yang diperolehnya belum ada pendemo yang ketahuan membawa bom molotov.
(umi/)











































