Bentrokan Warnai Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di Palu
Kamis, 29 Sep 2005 13:22 WIB
Palu - Unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di Palu, Sulawesi Tengah, diwarnai bentrokan antara mahasiswa dengan aparat kepolisian. Dua demonstran yang diduga menjadi pemicu kericuhan pun diamankan.Aksi saling dorong dan bentrokan ini terjadi di SPBU di Jalan Pramuka, Palu Timur, Kamis (29/9/2005) pukul 11.30 Wita. Massa yang berjumlah sekitar 500 orang bergerak ke SPBU setelah sebelumnya menggelar aksi di depan DPRD Sulteng.Massa bermaksud untuk menyegel SPBU tersebut. Namun SPBU sudah dijaga satu regu satuan Dalmas Polresta Palu. Karena massa mencoba merangsek maju, aksi saling dorong pun tak terhindarkan. Situasi menjadi ricuh ketika dari arah mahasiswa ada yang melempar batu ke polisi. Polisi bereaksi dengan mengejar massa. Seorang polisi, yakni Kanit Buru Sergap Polresta Palu Brigadir Polisi Umar, menangkap seorang mahasiswa yang diduga menjadi pemicu kericuhan. Namun karena bertindak sendirian, Umar malah jadi bulan-bulanan massa dan terluka di dahi kanan. Mengetahui ada rekannya yang dipukuli massa, polisi mengeluarkan tembakan peringatan dan mengejar mahasiswa. Beberapa mahasiswa terkena pukulan, dua mahasiwa tertangkap untuk kemudian diamankan di Polresta Palu.Situasi baru bisa dikendalikan setelah Kapolres Palu AKBP Guntur Widodo tiba di lokasi dan menenangkan anak buahnya. "Kalau masih bisa dihadapi dengan beladiri, hadapi dengan beladiri, jangan dengan senjata," teriaknya kepada polisi yang sedang mengejar mahasiswa.Sebelumnya ketegangan juga terjadi ketika massa masih menggelar aksi di depan DPRD Sulteng. Sebelum masuk di kantor DPRD, mereka membakar tiga ban mobil bekas dan menyanyikan yel-yel "BBM naik, SBY-JK turun".Massa kemudian mencoba memaksa masuk ke ruang sidang utama dan minta bertemu Ketua DPRD Murad Nasir. Namun satu regu pasukan Dalmas Polresta Palu memblokade pintu masuk ruang sidang utama. Akibatnya sempat terjadi saling dorong antara massa dengan aparat.
(gtp/)











































