Surat Suara Kurang, Pencoblosan di Lapas Maros Dihentikan Sementara

Moehammad Bakrie - detikNews
Rabu, 17 Apr 2019 11:12 WIB
Foto: Suasana pemungutan suara atau pencoblosan di TPS 22 dalam Lapas klas IIA Maros, Sulawesi Selatan. (M Bakrie-detikcom)
Maros - Pemungutan suara atau pencoblosan di TPS 22 di Lapas klas IIA Maros, Sulawesi Selatan, dihentikan sementara. Pasalnya, surat suara habis.

Ratusan warga binaan belum mendapat giliran untuk menyalurkan hak pilihnya di Lapas Klas IIA Maros. Pihak panitia pun sempat diprotes oleh warga lapas yang takut tak memilih.

"Kita hentikan sementara karena kertas suara untuk Presiden dan DPD sudah habis. Padahal masih banyak yang mau mencoblos. Kami sudah koordinasikan ke pihak kecamatan," kata KPPS 22, Simung, Rabu (17/04/2019).
Sejauh ini, untuk DPT dan sebagian DPTb sudah mencoblos. Jumlah total pemilih terdaftar di Lapas ini mencapai 198 orang. Padahal, jumlah warga binaan mencapai 604 orang dan yang memiliki KTP mencapai 400 orang.

"Memang sejak awal sudah kekurangan kertas karena hanya diperuntukkan bagi DPT dan DPTb. Padahal jumlah wajib pilih di sini itu mencapai 400an orang dari total warga binaan sebanyak 604 orang," lanjutnya.

Menurutnya, sejak tiga bulan terakhir, Lapas klas IIA Maros banyak menerima kiriman warga binaan dari Lapas lain, termasuk titipan tahanan dari Polres. Beberapa di antaranya merupakan warga yang tidak memiliki identitas dan berdomisili di luar Maros.

"Sejak tiga bulan terakhir ini, kita memang over kapasitas karena menerima banyak warga binaan dari Lapas lain, termasuk titipan dari Polisi. Memang ada beberapa yang tidak memiliki identitas jadi susah kita urus," sebutnya.


Hingga kini, petugas masih menunggu koordinasi dari pihak PPK untuk penambahan kertas suara. Biasanya, kertas suara tambahan itu diperoleh dari TPS lain yang kelebihan kertas suara. Hanya saja, memang harus menunggu sampai jam 12 siang ini.

"Kami petugas TPS saja belum memilih. Kita masih menunggu dulu koordinasi PPK. Waktu Pilkada juga kita begini, dapat tambahan kertas itu dari TPS yang kelebihan kertas suara. Kita berharap semua bisa diakomodir," pungkasnya.


Tonton juga video Alamat Domisili dan KTP Berbeda, Nyoblosnya di Mana?:

[Gambas:Video 20detik]

(idh/idh)