"We will cross the bridge, and we will come to the river, that is something that we will decide, you know we are going to win, Insya Allah we are going to win," kata Prabowo menjawab pertanyaan wartawan di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (16/4/2019).
Baca juga: Prabowo Yakin Menang Pilpres, Ini Alasannya |
Prabowo merasakan ketidakadilan selama berkampanye dalam beberapa bulan terakhir ini. Dia membandingkan penanganan kasus terhadap masyarakat yang memihak kepada Jokowi.
"Ya jadi begini, tentunya saya kira ini sudah berjalan sekian bulan, jadi begini, tentunya kita semua saksi dan beberapa bulan ini, kami merasa banyak hal yang tidak fair, tidak adil, kita juga bukan angka kecil, rakyat kita juga jutaan, ada hal-hal yang sebetulnya ya memprihatinkan, dan menyedihkan, ada kalau yang dukung 02 ditangkap kepala desa, tapi ratusan kepala daerah yang dukung 01 tidak apa-apa. Banyak sekali kasus, ada orang yang bicara tidak singgung siapa-siapa ditangkap tapi masih dipenjara, saudara Ahmad Dhani," imbuhnya.
Mantan Danjen Kopassus itu pun berjanji jika terpilih sebagai presiden akan menyelenggarakan pemilu yang adil. Dia ingin menjadikan Indonesia sebagai contoh pelaksanaan demokrasi terbaik di dunia.
"Saya berjanji kalau Insya Allah jadi presiden, kalau saya terima mandat, saya berjanji di hadapan ratusan juta masyarakat Indonesia, saya ingin selenggarakan pemilu yang sebersih-bersihnya, kalau nanti pihak kami kalah di periode yang akan datang, kami akan bangga kami kalah, karena kami laksanakan pemilu yang sebersih-berishnya yang sejujur-jujurnya, kami ingin kurangi ongkos-ongkos, kami ingin jadikan Indonesia contoh demokrasi yang sebaik-baiknya, saya berjanji, saya mantan TNI, saya tidak akan menggunakan polisi atau TNI, untuk membela kepentingan politik saya," imbuhnya.
Saksikan juga video 'Kata Al soal Prabowo Jadi Jaminan Penangguhan Penahanan Ahmad Dhani':
(knv/fjp)












































