DetikNews
Selasa 16 April 2019, 23:38 WIB

Cegah Politik Uang, Bawaslu DKI Patroli ke Posko Peserta Pemilu

Arief Ikhsanudin - detikNews
Cegah Politik Uang, Bawaslu DKI Patroli ke Posko Peserta Pemilu Ilustrasi money politics (Foto: Basith Subastian)
Jakarta - Bawaslu DKI Jakarta melakukan patroli ke sejumlah posko pemenangan peserta Pemilu 2019. Bawaslu ingin memastikan tak ada politik uang menjelang pencoblosan.

"Bawaslu DKI sedang melakukan patroli ke beberapa posko pemenangan peserta pemilu. Memastikan tidak ada politik uang," kata komisioner Bawaslu DKI, Puadi, lewat pesan singkat, Selasa (16/4/2019).



Menurut Puadi, patroli dilaksanakan bersama pihak kepolisian. "Menggandeng polisi juga," ujar dia.

Terkait politik uang, Satgas Antipolitik Uang Bawaslu sudah menangani 25 kasus dugaan politik uang di 13 provinsi. Kasus-kasus ini ditangani selama masa tenang.

"Adapun total yang sudah didapatkan dalam kejadian-kejadian operasi tangkap tangan atau tangkap tangan di 25 kasus itu tersebar di 13 provinsi di Indonesia. Provinsi dengan tangkapan paling banyak ada di Jawa Barat dan Sumatera Utara dengan lima kasus," kata anggota Bawaslu M Afifuddin di kantornya, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat.



Dia memerinci 25 kasus yang terjadi itu terdiri atas 22 kasus yang ditangani Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan 3 kasus lainnya ditangani lebih dulu oleh pihak kepolisian. Tiga kasus yang awalnya ditangani polisi ditemukan di Karo, Sumatera Utara; Purworejo, Jawa Tengah; dan Papua.

"Barang bukti yang ditemukan beragam jenisnya. Temuan paling banyak ditemukan di Tiga Binanga, Karo, Sumatera Utara, dengan uang Rp 190 juta," ujar Afifuddin.



Afifuddin mengatakan penindakan pada masa tenang ini dilakukan kepada pelaksana, peserta, dan/atau tim kampanye. Namun nantinya pada hari-H atau 17 April, penindakan terhadap kegiatan politik uang akan dilakukan kepada siapa pun pihak yang terlibat.

Dia mengatakan patroli Satgas Antipolitik Uang ini tidak hanya mencegah, tapi juga melakukan pengawasan hingga penindakan di lapangan. Dengan begitu, timbul efek jera kepada para pelaku politik uang.
(knv/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed