'Harga BBM Dinaikkan, Seluruh Karyawan PPD Siap Gantung Diri'

'Harga BBM Dinaikkan, Seluruh Karyawan PPD Siap Gantung Diri'

- detikNews
Kamis, 29 Sep 2005 10:48 WIB
Jakarta - Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itu yang dirasakan sebagian besar karyawan PPD. Sudah gaji tidak lancar dibayar, eh kini harga bahan bakar minyak (BBM) bakal naik dan pasti berdampak pada harga sembilan bahan pokok.Begitu berat beban para karyawan PPD sehingga secara bergurau mereka menyatakan seluruh karyawan PPD siap bunuh diri jika harga BBM jadi dinaikkan pada 1 Oktober 2005. "Bila BBM terus dinaikkan, seluruh karyawan PPD siap gantung diri," sesumbar seorang sopir PPD.Pernyataan sopir tersebut diiyakan oleh rekan-rekannya yang sedang berkumpul di kantor pusat PPD, Jl. Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (29/9/2005). Mereka berkumpul karena akan menggelar unjuk rasa di Istana Negara, Jakarta, untuk mengadukan nasibnya.Menurut karyawan PPD lainnya, akibat gaji yang tidak dibayar selama tiga bulan terakhir, ada sopir PPD yang meninggal karena jantungan. "Dia berutang pada tetangga. Saat ditagih tidak bisa membayar karena gaji tidak turun," ujar karyawan PPD tersebut.Cerita sedih itu tidak sampai di sini. Akibat gaji yang tidak juga dibayarkan, ada karyawan PPD yang mau dicerai oleh istrinya. Ada juga yang mendadak jadi memperoleh gelar S3 alias suka senyum sendiri. "Benar itu. Sudah banyak teman saya yang sekarang jadi S3, suka senyum sendiri," sambung karyawan PPD lainnya dengan nada getir.Dari informasi yang dikumpulkan detikcom, gaji karyawan PPD telah tertunggak selama tiga bulan sejak Juli. Bahkan ada pensiunan yang belum gajinya dibayar sejak Februari lalu hingga September ini. Menurut Robinson Hasibuan, Sekretaris Umum Pengurus Komisariat Federasi Transportasi Angkutan Serikat Buruh Seluruh Indonesia, utang Perum PPD kepada karyawannya per bulan hampir mencapai Rp 5 miliar. Ini akibat gaji 4.430 karyawan yang tidak dibayar, dan per karyawannya bergaji sekitar Rp 700 ribu sampai Rp 1 juta.Kondisi yang mengenaskan dan tidak ada perbaikan ini membuat karyawan PPD apatis terhadap pemerintah. Sekarang ini umumnya karyawan PPD tidak percaya siapa pun presidennya. "Siapa pun presiden, kami sudah ragu. Janji perubahan yang dikampanyekan, yang ada hanya perubahan harga," ujar seorang karyawan PPD.Betul juga, ya! (gtp/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads